Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Tegaskan Ancaman Tarif Impor 100% terhadap Negara-negara BRICS

📅 Sabtu, 01 Feb 2025, 16:34 WIB | Oleh:
Trump Tegaskan Ancaman Tarif Impor 100% terhadap Negara-negara BRICS Doc: Istimewa
Ket. Presiden Donald Trump berbicara kepada wartawan di Gedung Putih di Washington, DC, pada hari Kamis (30/1).

WASHINGTON - Dalam upaya nyata untuk mempertahankan dominasi ekonomi global dolar AS, Presiden Donald Trump pada Kamis (30/1) menegaskan kembali ancaman tarif impor 100 persen terhadap negara-negara BRICS.

Dikutip dari Fox News, dia menuntut agar negara-negara tersebut berkomitmen untuk tidak membentuk mata uang BRICS atau mendukung mata uang untuk menggantikan hegemoni dolar AS.

"Gagasan bahwa Negara-negara BRICS tengah berupaya menjauh dari Dolar, sementara kita berdiam diri dan menonton, sudah BERAKHIR," Trump memperingatkan dalam sebuah posting Truth Social. 

BRICS adalah akronim yang merujuk pada negara Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, meskipun blok tersebut juga mencakup beberapa negara lain.

"Kita akan meminta komitmen dari Negara-negara yang tampaknya bermusuhan ini bahwa mereka tidak akan menciptakan Mata Uang BRICS baru, atau mendukung Mata Uang lain untuk menggantikan Dolar AS yang perkasa atau, mereka akan menghadapi Tarif 100%, dan harus mengucapkan selamat tinggal pada penjualan ke Ekonomi AS yang luar biasa," lanjut Trump.

"Mereka bisa mencari Negara lain yang mudah ditipu. Tidak ada peluang bahwa BRICS akan menggantikan Dolar AS dalam Perdagangan Internasional, atau di tempat lain, dan Negara mana pun yang mencoba harus mengucapkan selamat tinggal pada Tarif, dan selamat tinggal pada Amerika!" pungkasnya.

Trump, yang dilantik kembali minggu lalu , telah mengeluarkan ancaman yang hampir sama di media sosial pada bulan November.

Kepala ekonom dan ahli strategi global Euro Pacific Asset Management, Peter Schiff, yang membahas topik ekonomi dan politik di podcast eponimnya "The Peter Schiff Show," membantah komentar Trump tahun lalu.

"Hubungannya terbalik. Negara-negara BRICS adalah negara yang mudah tertipu karena menerima mata uang fiat kita untuk barang-barang konsumsi mereka yang sebenarnya. Kita mendapatkan produk-produk aktual yang membuat hidup kita lebih baik, yang tidak dapat kita produksi sendiri. Yang mereka dapatkan sebagai balasannya hanyalah inflasi," cuit Schiff pada bulan Desember sebagai tanggapan atas unggahan Trump pada bulan November yang mengancam negara-negara BRICS.

Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab dan Indonesia juga merupakan anggota blok tersebut.

Brasil, yang memegang presidensi BRICS tahun ini, telah mengisyaratkan bahwa Arab Saudi adalah anggota BRICS, tetapi Menteri Ekonomi dan Perencanaan Saudi, Faisal Alibrahim baru-baru ini mengatakan kepada Bloomberg Television bahwa meskipun negaranya telah diundang ke BRICS, mereka masih melakukan penilaian sebelum membuat keputusan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Jaga Daya Beli Masyarakat, ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Sumut Resmi Larang Penggunaan Vape bagi ASN dan Non-ASN

Sumut Resmi Larang Penggunaan Vape bagi ASN dan Non-ASN

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.