Di Saat Banyak Orang Memuja Pakaian Asing, Sleman Setia Lestarikan Kebaya
📅 Rabu, 29 Jan 2025, 16:17 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Perempuan Indonesia sekarang banyak yang gandrung dengan pakaian bergaya Arab, Amerika, Eropa, atau India, sehingga meninggalkan pakaian bangsa sendiri, seperti kebaya. Namun, perlu diacungi jempol, bagi Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang melestarikan kebaya.
Pemkab Sleman setia mendukung penuh upaya pelestarian warisan budaya berupa kebaya dan kain tradisional yang dilakukan kelompok-kelompok aktivis Sleman.
"Terlebih, kebaya merupakan warisan budaya tak benda yang telah diakui UNESCO dan menjadi simbol keindahan, kearifan lokal, dan keberagaman budaya Indonesia. Ini harus dilestarikan, Mestinya perempuan Indonesia banyak mengenakan kebaya," kata Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.
Dia mengatakan ini saaat pelantikan pengurus Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia (KKI) Dewan Pimpinan Cabang Sleman periode 2025 - 2030 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu.
Menurutnya, keberadaan KKI di Sleman menjadi salah satu wujud nyata pelestarian budaya Nusantara, khususnya kain tradisional dan kebaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dalam upaya melestarikan kain dan kebaya Pemkab Sleman akan selalu mendukung penuh inisiatif dan program-program KKI. Melalui berbagai kegiatan, KKI dapat mendorong pengembangan industri kreatif berbasis budaya yang berdampak peningkatan ekonomi masyarakat," katanya.
Bupati juga berharap KKI Sleman dapat memotivasi wanita Sleman agar memiliki kemandirian dan kemampuan mengaktualisasikan kemampuan diri dalam berbagai bidang.
"Tidak terkecuali dalam bidang ekonomi kreatif seperti halnya melalui pelestarian kain dan kebaya yang tidak pernah lekang dalam dunia mode," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!