Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Ditemukan Tewas di Dasar Tebing, Evakuasi Libatkan 200 Personel
📅 Selasa, 04 Agu 2026, 21:44 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPROBOLINGGO - Pendakian di Gunung Piramid, Kabupaten Bondowoso, kembali berujung tragedi. Setelah sempat dinyatakan hilang, dua pendaki akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar jurang pada Selasa (4/8). Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan tim SAR gabungan sejak laporan kehilangan diterima.
Korban ditemukan sekitar tengah hari di area tebing curam yang berada sekitar 170 meter dari lokasi awal diduga terjatuh. Medan di lokasi penemuan memiliki kemiringan sekitar 40 derajat dengan kedalaman mencapai kurang lebih 60 meter, sehingga proses evakuasi menjadi sangat berisiko.
Begitu posisi korban dipastikan, petugas dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, PMI, bersama para relawan langsung berupaya mengevakuasi keduanya. Namun kondisi medan yang ekstrem, ruang gerak yang sangat terbatas, serta cuaca yang mulai gelap memaksa operasi dihentikan sementara pada Selasa sore.
Evakuasi kemudian dijadwalkan kembali pada Rabu (5/8) pagi. Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan operasi lanjutan akan dilakukan secara estafet dengan mengerahkan sekitar 150 hingga 200 personel gabungan.
"Jumlah personel yang besar diperlukan karena setiap tahapan evakuasi harus dilakukan secara hati-hati demi keselamatan petugas." katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain unsur Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan PMI, puluhan relawan juga ikut diterjunkan untuk membantu pengangkatan jenazah dari lokasi yang sulit dijangkau.
Salah satu korban diketahui bernama Multazam (18), seorang pelajar asal Bondowoso. Korban sebelumnya mendaki Gunung Piramid bersama sejumlah rekannya dan bermalam di kawasan belakang Punggung Naga. Saat perjalanan turun, ia diduga kehilangan pijakan hingga terjatuh ke jurang. Korban lainnya merupakan seorang pendaki asal Surabaya.
Gunung Piramid memang dikenal sebagai salah satu jalur pendakian paling menantang di Jawa Timur. Jalurnya didominasi punggungan sempit dengan jurang di kedua sisi serta tebing curam yang membutuhkan kehati-hatian tinggi. Karena karakter medannya tersebut, gunung ini hanya direkomendasikan bagi pendaki yang memiliki pengalaman dan perlengkapan memadai.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa pendakian di jalur ekstrem tidak hanya membutuhkan kesiapan fisik, tetapi juga perencanaan yang matang, kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, serta kewaspadaan penuh selama perjalanan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!