Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebaya Diakui UNESCO, Pemerintah Terus Lestarikan dan Promosikan ke Manca Negara

📅 Senin, 08 Des 2025, 08:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebaya Diakui UNESCO, Pemerintah Terus Lestarikan dan Promosikan ke Manca Negara Doc: Tim Nasional Kebaya
Ket. Komunitas Tim Nasional Kebaya Indonesia menerima salinan sertifikat Warisan Budaya Takbenda UNESCO untuk kebaya dari Kementerian Luar Negeri.

JAKARTA - Ketua Tim Nasional Kebaya Indonesia Lana T Koentjoro mengatakan bahwa salinan sertifikat penetapan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia (Intangible Cultural Heritage) dari UNESCO merupakan hasil sinergi dalam pelestarian kebaya yang berkelanjutan.

"Semangat perjuangan komunitas pengusul membuahkan hasil yang baik dan berharap sinergitas terus dilakukan di segala lini agar upaya pelestarian kebaya dapat berkelanjutan," ujar Lana dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (7/12).

Lana menyatakan, dengan adanya pengakuan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO, bukanlah akhir pencapaian dari upaya yang dilakukan oleh komunitas, mengingat tugas pelestarian tetap perlu dijalankan dengan melibatkan sebanyak mungkin generasi penerus dan mempromosikan kebaya ke manca negara.

Lana yang menerima salinan sertifikat itu bersama dengan chief editor buku "Kebaya Keanggunan Yang Diwariskan" Miranti Serad Ginanjar mengatakan dengan adanya buku ini juga sebagai langkah agar kebaya lebih dihargai secara global sebagai living heritage, dan melalui buku ini diplomasi budaya dapat terus berkembang, mengenalkan nilai keanggunan, keberagaman tradisi serta kreativitas perempuan Indonesia di kancah internasional.

"Akses pembaca global akan membuka peluang kolaborasi bagi para desainer, pengrajin kebaya, dan pelaku UMKM," kata Lana.

Penyerahan salinan sertifikat ini dilakukan pada Selasa (2/12) di Museum Nasional Indonesia oleh Kementerian Luar Negeri kepada Kementerian Kebudayaan.

Kementerian Kebudayaan yang diwakili oleh Direktur Diplomasi Kebudayaan, menyerahkan kepada pemerintah daerah dan komunitas pengusul.

Tim Nasional Kebaya Indonesia dengan pembina Putri Kus Wisnu Wardani, Lestari Moerdijat, Kartini Sjahrir, terdiri dari komunitas-komunitas Perempuan Indonesia Maju, Pertiwi Indonesia, Pencinta Sanggul Nusantara, Citra Kartini Indonesia, Himpunan Ratna Busana Surakarta, Warisan Budaya Indonesia, Perempuan Berkebaya Indonesia, Kebaya Foundation, Sekar Ayu Jiwanta, Komunitas Notaris Indonesia Berkebaya, Cinta Budaya Nusantara, Rampak Sarinah, merupakan komunitas pengusul kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia (Intangible Cultural Heritage) UNESCO.

Kementerian Kebudayaan RI secara resmi menerima Sertifikat Warisan Budaya Takbenda UNESCO dari Kementerian Luar Negeri untuk tiga elemen budaya Indonesia, antara lain Kebaya, Kolintang, dan Reog Ponorogo.

Penyerahan sertifikat tersebut berlangsung di Museum Nasional Indonesia yang dihadiri oleh perwakilan negara-negara ASEAN dan Afrika, kementerian/lembaga, akademisi, komunitas budaya, serta mitra diplomasi internasional.

Penetapan tiga elemen budaya Indonesia oleh UNESCO tersebut merupakan hasil Sidang ke-19 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage yang berlangsung di Asunción, Paraguay, 3–5 Desember 2024 lalu.

Adapun kebaya masuk dalam Representative List melalui nominasi multinasional bersama Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti yang hadir mewakili Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa penetapan UNESCO merupakan wujud pengakuan dunia terhadap kekayaan budaya Indonesia, sekaligus amanah besar untuk memastikan keberlanjutan tradisi yang diwariskan lintas generasi.

“Penetapan UNESCO ini adalah pengakuan dunia yang menggembirakan, membangkitkan semangat, dan menguatkan komitmen kita agar warisan budaya Indonesia terus hidup, tumbuh, dan memberi makna bagi masyarakat,” ujar Endah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.