Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tidak Berkutik Enam Gurandil ini Ditangkap karena sedang Menambang Emas secara Ilegal

📅 Selasa, 28 Jan 2025, 23:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tidak Berkutik Enam Gurandil ini Ditangkap karena sedang Menambang Emas secara Ilegal Doc: ANTARA/Aditya A. Rohman
Ket. Hasil tambang emas ilegal yang disita jajaran Satreskrim Polres Sukabumi dari PETI di Kampung Tanjakankeusik, Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jabar.

Sukabumi - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi menangkap enam terduga gurandil (penambang emas liar) yang sedang beraktivitas menambang emas di pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kampung Tanjakankeusik, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Enam penambang emas ilegal yang beraktivitas di PETI, Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan ini, kami tangkap saat menambang emas," kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Hartono di Sukabumi, Selasa.

Menurut Hartono, enam gurandil tersebut masih dimintai keterangan oleh penyidik Satreskrim Polres Sukabumi terkait dengan aktivitas ilegal yang mereka lakukan.

Dari hasil penyelidikan, lanjut dia, mereka mengaku belum lama melakukan aktivitas ilegalnya karena tergiur oleh potensi emas yang di dalam tambang tersebut.

Padahal, seperti diketahui bahwa lokasi PETI di Desa Cihaur ini diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana tanah longsor, bahkan pihak kepolisian dan pemerintah berulang kali mengingatkan siapa pun agar tidak lagi melakukan penambangan emas secara ilegal.

Dampak dari aktivitas gurandil ini, kata dia, menyebabkan kondisi lingkungan di areal PETI rusak dan rawan terjadi bencana seperti longsor maupun pergerakan tanah.

Belum lagi bahan kimia yang mereka gunakan untuk mengolah emas yang bisa mencemari lingkungan sekitar. Maka dari itu, dampak dari kegiatan yang penambangan emas secara ilegal bisa merugikan banyak pihak.

"Kami masih menyelidiki kasus ini apakah enam gurandil ini hanya pekerja atau ada yang membiayai mereka. Tentunya kami berkomitmen untuk menindak tegas siapa pun yang melakukan kegiatan penambangan secara ilegal," tambahnya.

Hartono mengapresiasi warga yang telah berani melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian sehingga dengan cepat ditangani dan menangkap pelakunya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.