Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Semoga Tidak Kontraproduktif, para Pakar Akan Dilibatkan untuk Wujudkan Sekolah Rakyat

📅 Senin, 20 Jan 2025, 03:06 WIB | Oleh:
Semoga Tidak Kontraproduktif, para Pakar Akan Dilibatkan untuk Wujudkan Sekolah Rakyat Doc: Antara

JAKARTA - Untuk mewujudkan konsep Sekolah Rakyat, pemerintahakan melibatkan sejumlah pakar. Mereka berasal dari berbagai lembaga dan institusi yang memiliki kompetensi dan kewenangan di bidang pendidikan.

1737299479_adbb99daac0df5dc3741.jpg

“Kami perlu berdiskusi dengan pihak-pihak yang kompeten, yang memahami betul dunia pendidikan,” ujar Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, dalam keterangan resminya, Sabtu (19/1).

Dia menargetkan konsep sekolah rakyat akan diselesaikan dan dibangun secepatnya. Menurutnya, pelaksanaan sekolah rakyat bisa dilengkapi dengan ekstrakurikuler atau tambahan kurikulum.

Presiden Prabowo Subianto, lanjut dia, meminta agar belajar dari mana pun bisa memberikan akses kesempatan pendidikan kepada keluarga yang belum beruntung.

Dengan demikian, anak-anak tersebut mendapatkan kesempatan pendidikan yang baik. “Pendidikan yang bisa mengubah kita,” jelasnya.

Mensos menerangkan, sekolah rakyat diperuntukkan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin ekstrem.

Melalui sekolah rakyat tersebut, anak-anak akan menjadi agen ­perubahan yang bisa memutus mata rantai kemiskinan dan mengangkat kehidupan keluarganya.

“Dari bukan siapa-siapa, dari keluarga belum beruntung, ada yang cerita di rumah nggak ada kasur, akhirnya dapat pendidikan, jadi orang hebat, siapa tahu salah satunya jadi presiden,” katanya.

Belum Mendesak

Secara terpisah, Dosen Program Studi Manajamen Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Subarsono, menyebut, program pembangunan Sekolah Rakyat belum mendesak untuk segera dilaksanakan. Menurutnya, pemerintah justru lebih baik membenahi sistem yang sudah ada.

“Saya pikir bukan tidak efisien tapi saya tidak yakin ketepatan untuk dilakukan saat ini. Kenapa kita tidak membenahi sistem yang sudah ada,” terangnya.

Dia menyebut, masih banyak sekolah konvensional yang membutuhkan perhatian pemerintah. Mulai dari bangunan sekolah yang rusak hingga gaji para guru terutama guru honorer yang masih memprihatinkan.

Subarsono menilai, kehadiran Sekolah Rakyat akan membentuk stigma negatif di kalangan masyarakat mengenai penamaannya. Menurutnya, adanya istilah tersebut dikhawatirkan adanya diskriminasi karena sudah ada sekolah dasar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Ekonomi
Menkeu Purbaya Tunda Pajak ...
Megapolitan
Terungkap! Pelaku Mutilasi ...
Luar Negeri
Kirgistan Larang Kremasi Je...

Roket SpaceX Tabrak Bulan Besok, Ilmuwan Prediksi Semburan Debu Raksasa Terlihat dari Teleskop

Roket SpaceX Tabrak Bulan Besok, Ilmuwan Prediksi Semburan Debu Raksasa Terlihat dari Teleskop

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.