Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terendah di Indonesia, Harga Serapan Gabah di Sumsel Anjlok

📅 Senin, 13 Jan 2025, 20:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Terendah di Indonesia, Harga Serapan Gabah di Sumsel Anjlok Doc: ANTARA
Ket. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono.

PALEMBANG– Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menyoroti anjloknya harga serapan gabah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), yang bahkan lebih rendah dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia.

Wamentan Sudaryono, di Palembang, Senin (13/1), menegaskan harga serapan gabah di Sumsel saat ini tidak sesuai dengan harga pokok penjualan (HPP) yang ditetapkan sebesar 6.500 rupiah per kilogram.

Ia mengingatkan pentingnya serapan gabah secara optimal di tengah panen raya.

“Jangan sampai swasembada ini layu hanya gara-gara serapan. Saya menyampaikan HPP Sumsel ini paling rendah dibanding provinsi lain,” katanya.

Sudaryono juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah memberikan berbagai bantuan untuk meningkatkan produksi pertanian, termasuk peningkatan volume pupuk yang kini mencapai 9,5 juta ton, dua kali lipat dari volume sebelumnya yang hanya 4,5 juta ton.

Meski demikian, dia mencatat bahwa serapan pupuk di Sumsel pada tahun 2024 masih tergolong rendah, yakni baru mencapai 79 persen.

“Terkait pupuk, Provinsi Sumsel tahun 2024 nebus pupuknya baru 79 persen. Jadi memang belum bisa maksimal. Dan kami berharap prestasi yang sudah dicetak sesuai arahan Presiden pupuk yang dulu sulit prosesnya yang mengular dan seterusnya. Alhamdullillah, pupuk di 2025 sudah selesai. Sehingga mulai 1 Januari, pupuk harusnya tersedia di kios-kios,” katanya.

Ia optimistis pada potensi besar yang dimiliki Sumsel, terutama terkait dengan limpahan air yang dapat mendukung percepatan swasembada pangan. Karena itu, ia optimistis Sumsel menjadi lumbung pangan bagi Indonesia ke depan.

Wementan Sudaryono menjelaskan Kementerian Pertanian telah memulai optimasi lahan rawa, dengan target mencetak 160 ribu hektare lahan sawah baru pada tahun ini.

“Sumsel Ini adalah provinsi yang punya anugerah air,sehingga Kementan tahun 2024 telah mencapai optimasi lahan rawa. Tahun ini targetnya 160 ribu OPLAH dan 150 ribu cetak sawah. Kami mohon bupati segera membuat laporan CPCL (calon petani, calon lahan). Karena CPCL-nya belum lengkap semua,” katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menekankan bahwa peran Bulog sangat dinantikan oleh petani untuk menyerap gabah hasil panen raya. Menurut Zulhas, Bulog harus segera bergerak untuk memastikan gabah dapat diserap dengan baik agar tidak ada petani yang dirugikan.

“Peran Bulog sangat penting. Jika tidak segera diserap, kami yang akan mendapat tekanan dari Presiden dan Menteri Pertanian,” kata Zulhas.

Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak terkait lainnya, diharapkan sektor pertanian di Sumsel dapat berkembang lebih baik dan berkontribusi signifikan terhadap swasembada pangan Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.