Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dirut RSPI Sulianti Suroso Sebut HMVP Bisa Sebabkan Kedaruratan Kesehatan Global

📅 Sabtu, 11 Jan 2025, 03:03 WIB | Oleh:
Dirut RSPI Sulianti Suroso Sebut HMVP Bisa Sebabkan Kedaruratan Kesehatan Global Doc: Antara

Dirut RSPI Sulianti Suroso, Alvin Kosasih, menyatakan HMVP harus diwaspadai karena penyebarannya yang cepat dan bahkan bisa berpotensi menyebabkan kedaruratan kesehatan global.

JAKARTA - Virus Human Metapneumovirus (HMPV) berpotensi menyebabkan kedaruratan kesehatan. Direkttur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Alvin Kosasih, mengatakan, hal tersebut karena HMPV masuk dalam penyakit infeksi emergency emerging.

1736520066_9b63cec76266f39dac4c.jpg

Foto tangkapan layar Muhamad Ma'rup

“Berdasarkan Permenkes tahun 2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu mengenai penanggulangan penyakit menular, diketahui penyakit infeksi emergency emerging menjadi ancaman penting bagi kesehatan global,” ujar Alvin, dalam Webinar Kesehatan : Kewaspadaan Terhadap Infeksi Virus Pernapasan, Jumat (10/1).

Dia menjelaskan, karakteristik HMPV yang mesti diwaspadai adalah penyebaran cepat serta menyebabkan infeksi pernapasan. Gejalanya mirip flu biasa seperti batuk, pilek, dan sesak napas, tapi pada kasus berat bisa juga menyebabkan pneumonia.

“HMPV dapat menimbulkan kejadian luar biasa bahkan berpotensi menyebabkan kedaruratan kesehatan yang meresahkan dunia yang tidak hanya menyebabkan kematian, tapi menimbulkan kerugian ekonomi yang besar,” jelasnya.

Sebagai informasi, HMPV merupakan virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan berat, kini telah terdeteksi di beberapa negara tetangga seperti Tiongkok dan Malaysia. Kementerian Kesehatan RI sudah mengumumkan ada kasus HMPV yang seluruhnya adalah anak-anak.

Alvin memastikan, pihaknya sebagai pusat infeksi nasional berkewajiban membantu pemerintah meningkatkan kewaspadaan. Pihaknya akan memfasilitasi terkait strategi pencegahan dan pengendalian penyakit yang tepat. “Hal ini penting untuk mencegah peningkatan kasus,” katanya.

Surat Edaran

Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Yudhi Pramono, menyatakan, pihaknya terus memantau perkembangan virus HMPV. Di Cina sendiri, HMPV memang menjadi salah satu penyebab peningkatan kasus lokal infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Hal ini disebabkan musim dingin dan peningkatan kasus tidak signifikan dan kita pantau tidak ada kematian,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran yang berisi instruksi untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap HMPV. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran, termasuk memastikan kesiapsiagaan semua pihak terkait.

“Langkah pencegahan yang dilakukan sejak dini adalah kunci untuk melindungi masyarakat,” terangnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
BPOM Segel Gudang Penyimpan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.