Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berbeda dengan Covid-19, Penderita HMPV Tak Perlu Diisolasi

📅 Jumat, 17 Jan 2025, 03:06 WIB | Oleh:
Berbeda dengan Covid-19, Penderita HMPV Tak Perlu Diisolasi Doc: Antara

JAKARTA - Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Telly Purnamasari Agus menyampaikan, penderita virus Human Metapneumovirus (HMPV) tidak perlu isolasi. Pasalnya, HMPV sangat berbeda dengan Covid-19 yang menyerang secara akut.

1737041245_fa63c240d246cf878311.jpeg

Konferensi Pers lPeneliti Ahli Madya Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Telly Purnamasari Agus, dalam konferensi pers, di Jakarta, Kamis (16/1)(Foto: M. Ma'ruf)

“Kalau terserang tidak perlu isolasi perlakuan khusus,” kata Telly, dalam konferensi pers, di Jakarta, Kamis (16/1).

Dia menjelaskan, HMPV menyerang tubuh secara bertahap dengan masa inkubasi dalam tubuh berlangsung 3 sampai 6 hari. Meski bisa sembuh sendiri, namun tetap perlu pengobatan.

Telly melanjuykan, pengobatan penyakit yang disebabkan virus HMPV itu belum tersedia. Pengobatan menggunakan obat simptomatik atau pemberian obat berdasarkan gejala penderita.

“Misal, gejalanya flu maka diberikan obat flu, batuk, demam juga begitu,” katanya.

Riset Lanjutan

Dia mengungkapkan, HMPV dibagi dalam 2 subtipe, yaitu subtipe A dan B. Menurutnya, asing-masing subtipe tersebut memiliki beberapa subgrup dengan karakteristik yang berbeda.

Subtipe A terdiri dari subgrup A1 dan A2. Telly menyebut subtipe ini dapat menyebabkan infeksi saluran nafas yang lebih berat dan sering dikaitkan dengan kejadian wabah dibandingkan subtipe B. 

“Sedangkan subtipe B terdiri dari subgrup B1 dan B2, cenderung menyebabkan infeksi yang lebih ringan dan memiliki prevalensi yang lebih tinggi di musim tertentu,” lanjutnya.

Telly menekankan, perlu penelitian terkait genetik virus HMPV untuk mengetahui karakteristik virus HMPV yang beredar di Indonesia. Menurutnya, pengembangan tes diagnostik cepat untuk mendeteksi HMPV juga diperlukan, terutama di daerah dengan fasilitas kesehatan terbatas.

“Selain itu, diperlukan penelitian klinis untuk mengetahui faktor risiko, keparahan penyakit dan komplikasi, tatalaksana pengobatan dan pengembangan vaksin sebagai upaya mengurangi dampak penyakit yang disebabkan HMPV,” ucapnya.

Telly menyebut, belum ada vaksinasi khusus untuk mencegah HMPV. Namun, beberapa upaya pencegahan efektif dapat dilakukan, seperti menjaga kebersihan tangan, memakai masker, menjaga jarak, dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.