Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemenang Nobel Perdamaian Mengkritik Langkah Meta Mengakhiri Pemeriksaan Fakta

📅 Jumat, 10 Jan 2025, 00:02 WIB | Oleh:

Rappler adalah salah satu mitra yang bekerja dengan program pemeriksaan fakta Facebook. Facebook membayar untuk menggunakan pemeriksaan fakta dari sekitar 80 organisasi di seluruh dunia pada platformnya, WhatsApp dan Instagram.

Dalam pernyataan, Rappler mengatakan pihaknya bermaksud untuk terus bekerja sama dengan Facebook untuk melindungi sesama warga Filipina dari manipulasi dan bahaya disinformasi. “Apa yang terjadi di AS hanyalah permulaan" kata Rappler.

“Ini adalah tanda yang tidak menyenangkan akan datangnya masa yang lebih berbahaya dalam perjuangan untuk melestarikan dan melindungi hak individu dan realitas bersama kita.”

Ressa telah lama menegaskan bahwa tuduhan terhadap dirinya dan Rappler bermotif politik setelah laporan kritis mereka terhadap kebijakan pemerintah Duterte, termasuk tindakan keras antinarkoba yang menewaskan ribuan orang.

"Trump, yang berjanji dalam konferensi pers pasca-pemilu pertamanya untuk meluruskan pers AS yang korup, tampaknya telah meniru strategi Duterte," kata Ressa.

Presiden AS yang baru terpilih telah meluncurkan tuntutan hukum yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap surat kabar dan lembaga survei yang dikhawatirkan para pengamat merupakan tanda-tanda meningkatnya intimidasi dan taktik penyensoran.

Ressa berjanji akan melakukan segala hal yang ia bisa untuk “memastikan integritas informasi”.

“Hadiah Nobel mengatakan bahwa demokrasi tidak akan terwujud jika tidak ada jurnalisme,” kata Ressa. 

“Ini adalah tahun yang krusial bagi kelangsungan hidup jurnalisme. Kami akan melakukan apa pun yang kami bisa untuk memastikan hal itu terjadi.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.