Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkes Tegaskan Virus HMPV Tidak Sebabkan Kematian

📅 Kamis, 09 Jan 2025, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkes Tegaskan Virus HMPV Tidak Sebabkan Kematian Doc: Ilustrasi-Antara
Ket. IDI Sebut Gejala HMPV Mirip Flu Biasa, Tak Perlu Panik

Menkes menegaskan virus HMPV hampir tidak menyebabkan kematian dan ini bukan jenis baru seperti Covid-19.

PALEMBANG - Menteri Kesehatan Republik Indonesia (RI) Budi Gunadi menegaskan virus Human Metapneumovirus (HMPV) tidak menyebabkan kematian. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan agar tidak khawatir dengan virus HMPV, sebab virus tersebut bukan jenis baru seperti Covid-19.

1736348483_bfe4cd22d495201e950e.jpg

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi saat diwawancarai usai kunjungan kerja di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (8/1/2024). Foto: Antara

“Virus HMPV baru dapat dikategorikan berbahaya bagi tubuh manusia yang tidak memiliki imunitas sehingga tak mampu melawan dan dapat menyebabkan kematian,” jelas Menkes di Palembang, Rabu (8/1).

Pihaknya juga telah memeriksa data riwayat terkait kasus HMPV. Berdasarkan beberapa sumber yang diperolehnya, tidak ditemukan adanya kasus kematian.

“HMPV hampir tidak menyebabkan kematian. Saya telah memeriksa data terbaru, dan semuanya menunjukkan bahwa pasien 100 persen pulang dengan selamat,” katanya.

Budi mengatakan kenaikan kasus di China memang umum terjadi pada Desember hingga Januari. Hal serupa terlihat di negara-negara dengan empat musim. Namun, penyebab utama kenaikan kasus di Tiongkok bukanlah virus HMPV, melainkan Influenza H1N1. “Kenaikan kasus bukan disebabkan oleh HMPV. Jadi, informasi tersebut salah,” kata dia.

Tetap Waspada

Sementara itu, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengatakan gejala penyakit akibat HMPV mirip dengan flu biasa dan ringan-ringan saja sehingga publik tidak usah panik, namun tetap waspada.

Ketua Satuan Tugas Covid-19 PB IDI dr Erlina Burhan mengatakan HMPV yang marak dikabarkan akhir-akhir ini, adalah virus penyebab penyakit saluran pernapasan yang sifatnya akut, yakni penyakit yang bisa muncul tiba-tiba.

Virus tersebut, katanya, bukan hal baru, dan pertama kali dilaporkan di Belanda pada 2001.

“Masalahnya kenapa tidak pernah ada laporannya? Ya sederhana saja, nggak diperiksa. Kenapa nggak diperiksa? Karena memang penyakit pernapasan akut yang disebabkan oleh virus Human Metapneumovirus ini gejalanya mirip dengan flu dan ringan-ringan saja. Jadi, bukan sesuatu yang berbeda dan khas, akhirnya tidak ada surveilans dan untuk memeriksa jenis virus ini,” katanya di Jakarta, Rabu.

Dia menjelaskan masa inkubasi virus ini rata-rata 3-6 hari, sebelum akhirnya menimbulkan gejalanya. Biasanya, kata dia, gejalanya muncul selama sekitar lima hari. Jika lebih lama, tergantung masing-masing individu karena tidak semua orang penyakitnya menjadi parah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.