Keelokan Terasering Pertanian Sayur Desa Sukomakmur di Punggung Sumbing yang Menyejukkan Hati
📅 Sabtu, 04 Jan 2025, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Diskominfo Kabupaten Magelang
Gunung Sumbing bukan hanya incaran bagi para pendaki semata karena gunung tertinggi nomor tiga di Jawa ini juga menawarkan bentang alam indah, salah satunya adalah pemandangan terasering pertanian sayur di Desa Sukomakmur.
Magelang merupakan kabupaten yang memiliki bentang alam yang menawan. Hal ini terbentuk karena wilayahnya terdapat banyak gunung di antaranya adalah Gunung Merapi di bagian tenggara, Gunung Merbabu di Timur, Gunung Andong dan Gunung Telomoyo di timur laut, dan Gunung Sumbing di barat laut.

Pada momen awal tahun ini, ada salah satu desa yang bisa dikunjungi di Magelang yaitu Desa Sukomakmur. Keelokan tempat ini pernah diperlihatkan Presiden Prabowo Subianto melalui akun Instagramnya beberapa waktu lalu di sela agenda retreat Kabinet Merah Putih.
Jarak desa wisata alam pegunungan ini dari pusat Kota Magelang 27,2 kilometer melewati jalan Jalan Raya Kaliangkrik. Dari pusat Kota Magelang, desa wisata ini bisa ditempuh kira-kira selama 48 menit. Sedangkan jarak dengan pusat Kota Yogyakarta mencapai 70,5 kilometer melewati Jalan Magelang-Yogyakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mengutip laman desasukomakmur.magelangkab.go.id, desa wisata ini berada di Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah dan berada di punggung Gunung Sumbing pada ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl). Tidak heran ketika memasuki Jalan Kaliangkrik, rute yang ditempuh akan menanjak dan berkelok-kelok tanpa henti hingga tiba di lokasi. Meski cukup menantang jalan tersebut cukup mulus, untuk kendaraan baik roda empat maupun roda dua.
Sepanjang perjalanan mata dihibur dengan pemandangan berupa persawahan dan ladang pertanian warga. Sedangkan di Sukomakmur pada wilayah yang lebih tinggi terdapat pemandangan kebun sayur di lahan terasering yang merupakan pemandang umum yang bisa dijumpai.
Dahulu pada sekitar 2021, Desa Sukomakmur dikenal dengan terasering Sitegong. Namun karena pesona desa ini bukan terasering Sitegong saja, maka kini destinasi ini disebut dengan Desa Wisata Sukomakmur.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seperti di wilayah kemiringan lainnya, pertanian terasing menjadi salah satu pesona di Sukomakmur. Sistem ini dapat mengurangi erosi tanah yang sering kali terjadi akibat air hujan yang mengalir turun lereng. Dengan pembentukan tanggul atau dinding penahan di setiap tingkat teras, tanah dapat dipertahankan dengan lebih baik, mencegah hilangnya lapisan tanah subur.
Di tanah vulkanik Sukomakmur yang subur, ditanam aneka jenis sayuran seperti bawang daun, brokoli, kol, buncis, wortel, tomat, seledri, cabai, dan lain-lain. Tanaman tak kenal musim ini dipanen sepanjang hari oleh para petani.
Yang menarik bagi orang kota di dataran rendah di Sukomakmur adalah suhunya. Pada siang hari suhu di sini mencapai rata-rata 24 derajat Celsius. Sedangkan pada malam hingga pagi hari suhunya bisa turun menjadi hingga 15 -14 derajat Celsius yang membuat tubuh menggigil.
Suasana menyusuri pematang pertanian sayur menjadi sangat menyenangkan dengan suhu yang sejuk. Dengan pemandangan berbagai jenis sayur yang berbeda warna, menciptakan pemandangan sayuran beraneka ragam nan artistik.

Foto: Antara/Anis Efizudin
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!