Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, BPBD Malang Dirikan Pos Lapangan Tangani Bencana Hidrometeorologi

📅 Sabtu, 04 Jan 2025, 00:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, BPBD Malang Dirikan Pos Lapangan Tangani Bencana Hidrometeorologi Doc: ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Malang
Ket. Arsip Foto : Banjir yang melanda salah satu wilayah desa di Kabupaten Malang yang terganang banjir, Kamis (28/11/2024).

Malang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Jawa Timur mendirikan pos lapangan pendukung di empat titik lokasi berbeda guna mempercepat upaya penanganan bencana hidrometeorologi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan di Malang, Jumat, mengatakan pos lapangan tersebut tersebar di wilayah Kecamatan Ngantang, Singosari, Tumpang dan Tirtoyudo.

"Pos lapangan ini sebagai upaya respon cepat ketika terjadi bencana atau saat menerima laporan adanya potensi ancaman bencana," kata Sadono.

Pendirian pos lapangan pendukung ini juga sebagai tindak lanjut terhadap rilis resmi yang diterbitkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Sidoarjo mengenai potensi terjadinya cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah di Jawa Timur, pada periode 2-10 Januari 2025.

Salah satu daerah yang berpotensi mengalami dampak cuaca ekstrem tersebut adalah Kabupaten Malang.

Oleh karena itu, Sadono menyatakan bahwa pos lapangan di empat kecamatan itu menjadi penunjang operasional posko tanggap darurat bencana hidrometeorologi yang sudah didirikan di area kantor BPBD Kabupaten Malang, di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kepanjen.

"Termasuk menyiapkan sarana prasarana peralatan dan logistik untuk korban bencana," ucapnya.

Berdasarkan data dari hasil pemetaan BPBD Kabupaten Malang, kecamatan yang masuk kategori rawan banjir atau banjir bandang, meliputi Kecamatan Pujon, Ngantang, Kasembon, Karangploso, Dau, Singosari, Lawang, Pakis, Poncokusumo, Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Kalipare, dan Wagir.

Kemudian, wilayah kecamatan rawan terdampak tanah longsor, yakni Kecamatan Pujon, Ngantang, Kasembon, Karangploso, Dau, Singosari, Lawang, Poncokusumo, Tumpang, Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, Sumbermanjing Wetan, Wagir, Kromengan, Ngajum, dan Wonosari.

Sedangkan daerah rawan angin puting beliung, mencakup Kecamatan Karangploso, Dau, Singosari, Lawang, Pakis, Jabung, Tajinan, Poncokusumo, Bululawang, Gondanglegi, Sumberpucung, dan Kepanjen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.