Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamendagri Bima Arya Desak Pemda Perkuat Ketahanan Pangan Perkotaan Mulai 2026

📅 Selasa, 30 Jun 2026, 10:25 WIB | Oleh:
Wamendagri Bima Arya Desak Pemda Perkuat Ketahanan Pangan Perkotaan Mulai 2026 Doc: Kemendagri
Ket. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto meminta pemerintah daerah memperkuat ketahanan pangan di kawasan perkotaan sebagai langkah strategis untuk memaksimalkan bonus demografi Indonesia. Upaya tersebut dinilai penting agar masyarakat, khususnya di kota-kota, memiliki akses terhadap pangan bergizi.

JAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto meminta pemerintah daerah memperkuat ketahanan pangan di kawasan perkotaan sebagai langkah strategis untuk memaksimalkan bonus demografi Indonesia. Upaya tersebut dinilai penting agar masyarakat, khususnya di kota-kota, memiliki akses terhadap pangan bergizi yang menjadi fondasi lahirnya sumber daya manusia unggul.

Hal itu disampaikan Bima Arya saat menghadiri Forum Pangan Nasional Pemerintah Kota 2026 di Hotel Grand Inna, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (29/6/2026).

Menurutnya, Indonesia saat ini sedang menikmati momentum bonus demografi yang diperkirakan berlangsung hingga 2038–2040. Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan pangan sehat.

"Kalau kita tidak bisa memanfaatkan bonus demografi, maka pasti 2040 itu kita enggak akan jadi negara maju karena gagal memanfaatkan bonus demografi seperti negara-negara lainnya," ujarnya.

Bima menjelaskan, kawasan perkotaan memiliki peran strategis karena menjadi pusat konsumsi sekaligus motor penggerak kualitas sumber daya manusia. Oleh sebab itu, ketahanan pangan di wilayah perkotaan harus menjadi perhatian bersama agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang.

Ia menambahkan, tantangan tersebut semakin besar karena masih sekitar 43,5 persen penduduk Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan makanan sehat. Kondisi itu dinilai berpotensi menghambat terciptanya generasi produktif yang dibutuhkan untuk mendukung daya saing bangsa.

"Bagaimana mungkin kita bisa menggarap bonus demografi tadi menjadi manusia-manusia tangguh lima, sepuluh, lima belas tahun ke depan tanpa kita pastikan kota-kota ini tangguh secara pangan dan cukup untuk memberi mereka makan yang sehat," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bima juga mengapresiasi sejumlah pemerintah kota yang telah menunjukkan komitmen memperkuat sektor pangan melalui dukungan anggaran daerah. Menurutnya, langkah tersebut perlu terus diperluas agar mampu menciptakan sistem pangan perkotaan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun ekosistem ketahanan pangan yang tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, tetapi juga berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan sehat sekaligus memperkuat kedaulatan pangan nasional.

"Mari kita sama-sama memperkuat kolaborasi sinergi kita untuk membangun ekosistem menuju kota-kota Indonesia dengan kedaulatan pangan yang berkelanjutan," pungkasnya.

Forum tersebut turut dihadiri Wali Kota Medan sekaligus Ketua Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Rico Tri Putra Bayu Waas, Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, Direktur Operasional Rikolto Asia Tenggara Lily Wayong, serta para kepala dinas ketahanan pangan dan pertanian serta perwakilan Bappeda dari pemerintah kota di seluruh Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
  • Warga Asing Asal Aljazair Ini Bikin Geger, Lakukan Ritual Berendam di Danau Sunter
    Dia sedang melakukan ritual/ibadah sesuai kepercayaannya, knp kalian ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

Ayam Ras Sumber Inflasi NTB dan Jakarta

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Ayam Ras Sumber Inflasi NTB...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Menkeu: Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027

Menkeu: Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.