Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cuaca Buruk Akibatkan Dua Maskapai Penerbangan Batal Mendarat di Kupang

📅 Sabtu, 04 Jan 2025, 23:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cuaca Buruk Akibatkan Dua Maskapai Penerbangan Batal Mendarat di Kupang Doc: ANTARA/Kornelis Kaha
Ket. Ilustrasi, salah satu maskapai penerbangan mendarat di bandara El Tari Kupang.

Kupang - PT Angkasa Pura Indonesia Bandara El Tari Kupang melaporkan bahwa dua maskapai penerbangan batal mendarat di bandara El Tari Kupang akibat cuaca buruk berupa angin kencang yang terjadi di wilayah itu sejak Sabtu (4/1) siang.

“Ada dua maskapai yang batal mendarat akibat angin kencang,” kata Humas Bandara El Tari Kupang I Gusti Ngurah Yudi Saputra kepada ANTARA di Kupang, NTT, Sabtu.

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan dampak dari cuaca buruk yang terjadi di wilayah Kota Kupang sejak Sabtu (4/1) siang berupa hujan dan angin kencang.

Dia mengatakan bahwa dua maskapai penerbangan itu adalah Lion Air dengan rute penerbangan Denpasar-Kupang dan Wings Air dengan rute penerbangan Larantuka-Kupang.

“Kecepatan angin berkisar dari 8 hingga 23 knot sehingga kedua maskapai penerbangan itu mengubah arah untuk landing,” ujar dia.

Maskapai penerbangan Lion Air terpaksa mendarat di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin dan Wings Air mendarat di Maumere.

Dia menjelaskan bahwa Lion Air sendiri harusnya mendarat di Bandara El Tari pada pukul 12.55 WITA. Namun ketika hendak mendarat kecepatan angin tinggi membuat pilot mengubah arah landing.

Demikian juga dengan Wings Air, yang harusnya mendarat pukul 13.44 WITA namun harus mendarat di Maumere.

BMKG sendiri telah mengeluarkan peringatan dini akan cuaca yang terjadi di NTT khususnya di wilayah Kota Kupang.

Potensi hujan sedang hingga lebat dan angin kencang disebut masih terus terjadi di wilayah Kabupaten Kupang dan sekitarnya.

Karena itu masyarakat diimbau untuk mewaspadai cuaca buruk yang terjadi di wilayah tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Luar Negeri
NASA Ungkap Pola Arus Laut ...
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.