Rumania dan Bulgaria Gabung dalam Zona Schengen
📅 Kamis, 02 Jan 2025, 02:30 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP/Daniel MIHAILESCU
BUKARES – Setelah penantian selama 13 tahun, dua negara Eropa timur yaitu Rumania dan Bulgaria pada 1 Januari resmi menjadi anggota penuh zona Schengen. Dengan masuknya kedua negara itu dalam zona Schengen, berarti memperluas wilayah tanpa batas menjadi 29 negara anggota.
Perluasan tersebut, yang dimungkinkan setelah Austria dan anggota lain mencabut keberatan mereka terhadap bergabungnya negara-negara bekas komunis, secara resmi dilakukan pada tengah malam tanggal 1 Januari, ditandai dengan upacara di berbagai pos perbatasan.
Rumania dan Bulgaria yang masuk anggota Uni Eropa sejak 2007, sebagian dimasukkan ke zona Schengen pada Maret yang menghilangkan kewajiban pemeriksaan perbatasan di pelabuhan dan bandara. Tetapi Austria mengancam akan memveto masuknya kedua negara itu secara penuh dalam zona Schengen karena kekhawatiran terjadinya migrasi.
Namun Wina menarik kembali ancaman vetonya pada Desember setelah ketiga negara mencapai kesepakatan mengenai paket perlindungan perbatasan, yang membuka jalan bagi Rumania dan Bulgaria, dua negara termiskin di Uni Eropa, untuk bergabung dengan Schengen.
Diciptakan pada tahun 1985, zona tersebut sekarang akan mencakup 25 dari 27 negara anggota UE, serta Swiss, Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein, yang mencakup total populasi lebih dari 400 juta orang.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Rumania dan Bulgaria sebenarnya telah memenuhi persyaratan teknis zona Schengen untuk keanggotaan sejak 2011. Namun negara-negara anggota selalu menolak setiap kali kami mencoba bergabung,” kata analis Valentin Naumescu kepada AFP.
Para pemimpin kedua negara memuji perluasan ini sebagai tonggak bersejarah. Uni Eropa mencabut keberatannya terhadap Rumania dan Bulgaria, yang masing-masing berpenduduk 19 juta dan 6,5 juta jiwa, untuk bergabung dengan Schengen setelah dua negara itu menandatangani perjanjian perlindungan perbatasan dengan Austria pada November lalu. SB/AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!