Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus DBD Terbanyak Ada di Tiga Kecamatan Mukomuko

📅 Kamis, 02 Jan 2025, 17:31 WIB | Oleh:
Kasus DBD Terbanyak Ada di Tiga Kecamatan Mukomuko Doc: ANTARA/Ferri
Ket. Suasana di belakang Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Kamis (2/1).

MUKOMUKO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyebut Kecamatan Penarik, Kecamatan XIV Koto dan Kota Mukomuko menjadi penyumbang terbanyak kasus demam berdarah dengue (DBD) di daerah itu selama tahun 2024.

"Dari 587 kasus DBD di Mukomuko selama tahun 2024, sebanyak 106 kasus di Kecamatan Penarik, 98 kasus di Kecamatan XIV Koto dan 73 di Kecamatan Kota Mukomuko," kata Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Ruli Herlindo di Mukomuko, Kamis.

Ia mengatakan hal itu setelah menerima data kasus DBD per golongan umur dan jenis kelamin di Kabupaten Mukomuko tahun 2024 dari sebanyak 17 puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan di daerah ini.

Ia menambahkan, dari sebanyak 587 kasus DBD di daerah ini selama tahun 2024, sebanyak dua orang warga yang positif menderita DBD di antaranya meninggal dunia.

Untuk itu, ia menyarankan kepada masyarakat dan pihak terkait di tiga kecamatan tersebut melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di wilayahnya.

"Sebaiknya masyarakat melakukan PSN sebagai upaya mencegah penyebaran DBD. Kalau fogging atau pengasapan merupakan upaya terakhir untuk mencegah penyebaran penyakit ini," ujarnya.

Selain tiga kecamatan ini terbanyak sumbang kasus DBD selama 2024, katanya, jumlah kasus DBD di Kecamatan Air Dikit sebanyak 58 kasus, dan Kecamatan Teramang Jaya sebanyak 51 kasus DBD.

Kemudian, Kecamatan Ipuh 42 kasus, Kecamatan Air Rami sebanyak 19 kasus, Kecamatan Sungai Rumbai 15 kasus, dan Kecamatan Lubuk Pinang 15 kasus, Kecamatan V Koto sebanyak 12 kasus DBD, Kecamatan Selagan Raya delapan kasus DBD, dan Kecamatan Malin Deman dua kasus.

Ia mengatakan, upaya yang dilakukan oleh petugas kesehatan untuk mencegah penyebaran kasus DBD di daerah itu dengan cara melakukan penyelidikan dan epidemiologi sebanyak 684 kasus.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga melakukan fogging di 172 lokasi dan pemberian larvasida di 494 tempat untuk mencegah penyebaran penyakit ini.

Selanjutnya, ia mendorong desa untuk menggunakan sebagian dana desa untuk melakukan berbagai kegiatan dalam rangka mencegah penyebaran penyakit itu.* Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.