5 Cara Menghadapi Kerabat Narsis Saat Kumpul Keluarga di Musim Liburan
📅 Selasa, 31 Des 2024, 13:30 WIB | Oleh: Tim PenulisDalam situasi apa pun, tetapkan batasan sehat dengan mengalihkan percakapan untuk menetralkan potensi konflik. Kamu bisa membahas hal yang menarik minatnya dengan bertanya, seperti “Ngomong-ngomong, sudah nonton episode terbaru dari (acara favoritnya)?” atau “Apakah kamu akan menonton pertandingan sepak bola minggu depan (tim favoritnya)?”
Jika tidak berhasil, tetapkan batasanmu dengan tegas dan singkat, misalnya dengan mengatakan, “Saya tidak ingin membicarakan hal ini sekarang.”
3. Fokus pada hal yang bisa kamu kendalikan
Ciri khas lainnya dari narsisme adalah regulasi emosi yang buruk. Orang dengan sifat narsistik berlebih mungkin merasa kesal atau tersinggung dan merespons dengan kemarahan dan agresi jika mereka merasa diperlakukan tidak adil atau dikritik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam situasi seperti ini, mereka mungkin memanipulasi, mengintimidasi, dan merendahkan orang lain untuk meningkatkan posisi mereka sendiri. Tahan diri kamu untuk tidak bersikap defensif dan fokus pada apa yang dapat kamu kendalikan: Bagaimana kamu merespons.
Jika seseorang meremehkanmu karena hadiahmu yang dianggap “sederhana” atau karena belum mencapai kesuksesan yang mereka nilai sebagai standar, gunakan taktik “grey rocking"–jadilah tidak reaktif, membosankan, dan tidak menarik. Taktik ini akan menghindari memicu kebutuhan mereka akan perhatian.
Ingatlah bahwa serangan mereka bukanlah sesuatu yang personal–ini bukan tentang kamu, tetapi tentang kebutuhan mereka akan kontrol.
Sebaiknya Anda baca juga:
4. Lihat dengan empati
Jika semua upaya gagal, kamu bisa ‘memanipulasi’ kerabat narsistik untuk menunjukkan sedikit empati. Penelitian menunjukkan bahwa empati dapat dibingkai ulang dengan cara yang membuatnya menarik bagi individu narsistik.
Meskipun strategi ini berpotensi berbalik arah dan kamu bisa mencobanya dalam situasi yang mendesak.
Sebagai contoh, kamu bisa menyampaikan fakta atau cerita tentang bagaimana orang yang pandai memahami sudut pandang orang lain lebih sukses sebagai pemimpin dibandingkan mereka yang tidak. Orang narsistik ingin terlihat unggul dalam segala hal, jadi jika kamu membuat empati terlihat menguntungkan, mereka mungkin lebih cenderung menunjukkannya–atau setidaknya berpura-pura melakukannya.
5. Jaga diri
Saat mencoba semua ini, pastikan kamu memprioritaskan kesejahteraan mental dan emosionalmu. Tidak apa-apa untuk pergi ke ruang lain untuk mendapatkan ketenangan atau keluar untuk berjalan-jalan. Ingatlah bahwa kamu tidak harus terlibat, berinteraksi, atau tinggal selama acara berlangsung demi alasan "kebersamaan keluarga”.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!