Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hati Hati, Jika Meluas, Fenomena Frugal Living Perburuk Tax Ratio

📅 Sabtu, 28 Des 2024, 10:22 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Hati Hati, Jika Meluas, Fenomena Frugal Living Perburuk Tax Ratio Doc: istimewa
Ket. Pengamat Kebijakan publik Fitra, Badiul Hadi mengatakan, fenomena frugal living atau gaya hidup hemat berpotensi mengganggu perekonomian ke depannya khususnya tax ratio atau rasio pajak. Sementara dalam beberapa tahun terakhir tax ratio turun

JAKARTA-Munculnya fenomenaF rugal Living (FL) atau gaya hidup hemat di tengah masyarakat berpotensi mengganggu perekonomian ke depannya khususnya tax ratio atau rasio pajak. Sementara dalam beberapa tahun terakhir tax ratio turun.

Pengamat Kebijakan Publik Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Badiul Hadi mengatakan, Fenomena Frugal Living (FL) bisa memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap tax ratio. "Hal ini jika FL menjadi gerakan masif di masyarakat khususnya masyarakat kelas menengah dan menuju menengah pengeluaran konsumsi masyarakat akan menurun terutama untuk barang dan jasa yang dikenakan PPN,"tegas Badiul, Sabtu (28/12).

Kenapa demikian papar dia, karena kita sangat tahu, PPN (pajak pertambahan nilai) dihitung berdasarkan konsumsi, penurunan ini otomatis akan berimbas mengurangi penerimaan negara. Sehingga tax rasio terhadap produk domestik bruto (PDB) bisa negatif.

FL dalam jangka pendek bisa berdampak signifikan terjadap pertumbuhan ekonomi. Karena konsumsi domestik merupakan pendorong utama PDB di Indoensia yang berdasar data BPS (Badan Pusat Statistik) dikisaran 55-60%. Multiplier efek pada dektor lain. "Dalam jangka panjang FL akan berdampak memperburuk ketimpangan ekonomi, terlebih jika pemerintah gagal menyeimbangkan kebijakan penaikan PPN dengan daya beli masayarakat,"ungkap Badiul

Jika menilik data BPS, fenomena FL ini sebenarnya bukan hanya respon atas rencana penaikan PPN, tetapi refleksi atas penurunan daya beli masyarakat karena naiknya harga harga kebutuhan pokok. Di sisi lain, kondisi ini tidak diimbangi oleh kenaikan penghasilan/pendapatan masyarakat. Belum lagi masalah utang rumah tangga dari pinjaman konsumtif yang juga berdampak pada daya beli masyarakat.

Pemerintah ucap Badiul perlu mengeluarkan kebijakan pajak yang berkeadilan. Kebijakan yang progresif untuk kelompok berpenghasilan tinggi, dan mengurangi barang/jasa esensial, dan memastikan pajak mengurangi beban masyarakat menengah dan bawah. "Pemerintah perlu membuat kebijakan jaring pengaman sosial untuk kelompok rentan sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat,"pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung Parlemen, mengajak masyarakat untuk melakukan hidup hemat sebagai langkah strategis untuk menekan adanya dampak dari kenaikan pajak tersebut.

Hidup hemat atau frugal living sendiri dapat dimaknai sebagai pola hidup yang menekankan pada pengelolaan keuangan yang hemat dan bijaksana. Penerapan frugal living biasanya terorientasi terhadap pengeluaran yang terbatas, penting, dan membawa manfaat jangka panjang. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Pemkot Jakut Tertibkan Bang...
Daerah
Penanganan kebakaran di Kaw...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.