Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Stunting, Wamenduk Isyana Dorong Kkonsumsi Pangan Lokal Bergizi

📅 Sabtu, 21 Des 2024, 10:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Stunting, Wamenduk Isyana Dorong Kkonsumsi Pangan Lokal Bergizi Doc: ANTARA/Ruth In
Ket. Wakil Menteri (Wamen) Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Isyana Bagoes Oka mengunjungi ibu hamil rawan stunting dan pengidap gangguan kejiwaan di Lampung Tengah, Jumat (20/12/2024).

BANDARLAMPUNG - Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Isyana Bagoes Oka mengatakan pihaknya tengah mendorong konsumsi pangan lokal bergizi sesuai potensi desa untuk mencegah stunting sejak dini."Sebetulnya konsumsi pangan lokal bergizi berbasis potensi yang ada di desa akan didorong untuk membantu mencegah stunting," kata Isyana Bagoes Oka di Lampung Tengah, Jumat malam.

Ia menjelaskan, dengan sumber pangan lokal yang banyak dan memanfaatkannya dengan maksimal akan mempermudah masyarakat di desa dalam memenuhi konsumsi makanan yang bergizi bagi anak dan keluarganya.

"Seperti di sini banyak singkong, ada nasi tiwul, untuk buah-buahan ada jambu, nanas, pisang, nanti tinggal dilengkapi dengan protein. Sebenarnya pangan lokal ini bisa diberdayakan, namun harus ada edukasi juga terkait pengelolaan buah, atau pangan lokal untuk menjadi makanan yang enak, bergizi dan bisa dimakan oleh anak-anak," katanya.

Sebab, katanya, ada sejumlah kasus stunting tertentu yang ternyata terkait dengan tidak bervariasinya olahan makanan bagi anak, sehingga dibutuhkan inovasi jenis makanan yang dapat meningkatkan nafsu makan anak.

"Untuk kasus tertentu anaknya makan bagus ternyata berat susah bertambah karena anak tersebut tidak mau makan selain nasi dan kuah tanpa protein. Jadi perlu usaha dan inovasi mengolah makanan untuk anak, terlebih lagi kalau anak sudah melakukan gerakan tutup mulut maka akan kesulitan tanpa adanya inovasi pengolahan pangan," katanya.

Menurut dia, maka perlu juga dilakukan edukasi tentang cara mengolah makanan yang lebih kreatif agar konsumsi makanan anak memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga bisa mengurangi stunting.

"Kami akan terus berkoordinasi, salah satunya dengan Puskesmas untuk melakukan perlakuan khusus melihat kondisi anak, apakah memiliki gangguan dalam penyerapan makanan di tubuh atau penyebab lainnya. Harapannya dengan menggunakan pangan lokal serta inovasi mengelolanya, semakin banyak anak kita yang sehat," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Luar Negeri
Italia Usul Tambah Pajak Ba...
Luar Negeri
Iran Siapkan Undang-undang ...
Mengenal Arti Rebo Wekasan, Tradisi Tolak Bala Hari Rabu Terakhir Bulan Safar

Mengenal Arti Rebo Wekasan, Tradisi Tolak Bala Hari Rabu Terakhir Bulan Safar

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.