Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rencana Pemilu Dibahas dalam Perundingan di Thailand

📅 Jumat, 20 Des 2024, 02:50 WIB | Oleh:
Rencana Pemilu Dibahas dalam Perundingan di Thailand Doc: BangkokPost
Ket. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Nikorndej Balankura

BANGKOK - Rencana junta yang berkuasa Myanmar untuk menyelenggarakan pemilihan umum di tengah pertempuran yang berkecamuk, diperkirakan akan dibahas dalam pembicaraan pada Kamis (19/12) antara menteri luar negeri dan mitranya dari negara tetangga, menurut tiga narasumber.

Pekan ini Thailand menjadi tuan rumah dua pertemuan regional terpisah tentang Myanmar. Yang pertama melibatkan negara-negara tetangga negara yang dilanda perang itu, termasuk Tiongkok, Bangladesh, dan India, diikuti oleh pertemuan berikutnya yang melibatkan anggota blok regional Asean.

Pembicaraan itu terjadi saat Malaysia pada tahun 2025 mengambil alih kepemimpinan Asean, yang gagal melaksanakan rencana perdamaian di Myanmar, di mana konflik yang meningkat juga berdampak pada negara-negara tetangganya.

Myanmar telah dilanda kekacauan sejak awal tahun 2021 ketika militer menggulingkan pemerintahan sipil terpilih dan menindak tegas protes prodemokrasi yang kemudian memicu pemberontakan bersenjata nasional menjadi semakin kuat.

Meskipun digempur di berbagai garis depan, berjuang melawan ekonomi yang ambruk, dan puluhan partai politik yang dilarang, junta militer terus berupaya menyelenggarakan pemilu pada tahun 2025, sebuah tindakan yang secara luas dicemooh sebagai sandiwara oleh para pengkritiknya.

“Masalah tersebut diperkirakan akan muncul dalam pembicaraan di Bangkok pada 19 Desember yang akan dihadiri oleh menteri luar negeri yang ditunjuk militer Myanmar, Than Swe,” kata tiga narasumber yang mengetahui diplomasi regional namun menolak disebutkan namanya karena sensitivitas masalah tersebut.

“Myanmar ingin menggembar-gemborkan pemilu. Mereka menginginkan legitimasi,” kata salah seorang narasumber.

Konsultasi Informal

Tiongkok yang memelihara hubungan dekat dengan junta, telah menyatakan dukungannya terhadap transisi politik di Myanmar dan pemilu 2025, sementara pemimpin Thailand telah menyerukan peningkatan keterlibatan dengan Naypyidaw menjelang pemilu yang direncanakan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Nikorndej Balankura, pekan ini mengatakan bahwa pertemuan 19 Desember akan menjadi konsultasi informal mengenai keamanan perbatasan dan kejahatan transnasional.

“Pada tanggal 20 Desember, anggota Asean juga akan bertemu untuk membahas antara lain rencana konsensus lima poin Asean untuk perdamaian di Myanmar,” kata Nikorndej.

“Pertemuan dua hari ini sangat menegangkan dan tidak transparan,” komentar Dr Thitinan Pongsudhirak, seorang profesor ilmu politik di Universitas Chulalongkorn Bangkok, yang menggarisbawahi adanya pengecualian kelompok pemberontak Myanmar dari diskusi tersebut.

“Itu bahkan bukan pendekatan yang realistis. Dan ini akan memburuk, ini akan membuat dialog semakin sulit,” ungkap dia. ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.