Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Banjir, 2,4 Ton Bahan Ditebar Dalam Operasi Modifikasi Cuaca Hari Keempat

📅 Selasa, 17 Des 2024, 00:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Banjir, 2,4 Ton Bahan Ditebar Dalam Operasi Modifikasi Cuaca Hari Keempat Doc: ANTARA/HO-BPBD DKI Jakarta.
Ket. Ilustrasi - Petugas BPBD DKI Jakarta saat menyiapkan bahan untuk modifikasi cuaca.

Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menebar sebanyak 2.400 kilogram atau 2,4 ton bahan dalam operasi modifikasi cuaca hari ke-4 untuk mempercepat turunnya hujan.

"Tim berupaya mempercepat turunnya hujan dengan menebar garam di awan sesuai target yang telah diperhitungkan," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, Senin.

Menurut dia, operasi modifikasi cuaca dilaksanakan di Bandara Budiarto, Curug, melibatkan total 25 personel dari BPBD dan BMKG.

Ia menjelaskan bahwa penyemaian menggunakan pesawat Britten Norman BN2T PK-WMN. Pesawat melakukan tiga kali penyemaian dengan total 2.400 kilogram (kg) atau 2,4 ton bahan semai.

Pada hari keempat penyemaian awan dioptimalkan dengan area semai di sekitar Selat Sunda, barat Kepulauan Seribu dan wilayah perairan Timur Lampung. Pertumbuhan awan potensial berlangsung pada pagi hingga sore hari.

Kecepatan pergerakan awan relatif lambat akibat adanya perlambatan kecepatan angin dibandingkan dengan hari sebelumnya dan arah angin dari barat wilayah Banten serta DKI Jakarta.

"Penyemaian berhasil dilaksanakan dengan lancar, mengoptimalkan pertumbuhan awan potensial di wilayah operasi," ujarnya.

Operasi modifikasi cuaca adalah upaya merekayasa kondisi atmosfer guna mencapai cuaca yang diinginkan, seperti meningkatkan atau mengurangi curah hujan.

Metode ini melibatkan penyemaian awan dengan bahan tertentu, seperti garam NacL atau perak iodida. Penyemaian dilakukan menggunakan pesawat terbang.

Tim memanfaatkan empat radar milik BMKG yang berlokasi di Tangerang, Bandar Lampung, Jakarta dan Purwakarta. Proses tebar garam hanya dilakukan pada awan yang posisinya masih ada di atas permukaan laut.

"Apabila sudah melewati daratan awan dibiarkan menjadi hujan secara alami," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PTPN I Percepat Transisi Energi Berbasis Bioenergi

55 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
PTPN I Percepat Transisi En...

Timnas Kamboja Andalkan Kedisiplinan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Timnas Kamboja Andalkan Ked...
Megapolitan
Rano Karno Dilantik Jadi Ke...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Bantuan pemerintah yang patut diapresiasi karena sangat membantu ...
    Saatnya salah satu komoditi perkebunan andalan indonesia tembus ...
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...
  • Piala Dunia 2026: Kapten Timnas Spanyol Rodri Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik
    Preview komentar:
Tugas Berat Fajar/Fikri di Final China Open, Mempertahankan Dua Prestasi

Tugas Berat Fajar/Fikri di Final China Open, Mempertahankan Dua Prestasi

26 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.