Grup SUN Perkenalkan Model Bisnis Sustainability As A Service
📅 Jumat, 13 Des 2024, 20:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: haryo Brono
JAKARTA – SUN Energy bersama unit bisnis lainnya dalam naungan Grup SUN memperkenalkan layanan terbaru bernama Sustainability As A Service yang sebelumnya bernama Solar As A Service. Layanan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri hijau dan keberlanjutan.
Melalui model bisnis ini perusahaan di bawah Grup SUN seperti SUN Energy, SUN Terra, dan NIRA secara bersama menawarkan solusi keberlanjutan terintegrasi, mencakup solusi energy surya, baik sistem On-Grid, Off-Grid dengan sistem penyimpanan energi (battery energy storage), maupun Hybrid di sektor industri dan komersial.
Selain itu solusi sistem manajemen pengelolaan air berkelanjutan melalui teknologi inovatif untuk mendukung efisiensi sumber daya. Lainnya serta berbagai solusi peningkatan efisiensi energi yang dirancang untuk mengurangi dampak lingkungan.
Melalui pendekatan ini, Grup SUN tidak hanya membantu industri menurunkan jejak karbon, tetapi juga menciptakan ekosistem operasional yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Model ini memungkinkan perusahaan-perusahaan di berbagai sektor untuk memenuhi standar keberlanjutan global.
Selain itu sekaligus meningkatkan daya saing Grup SUN pada era yang semakin menuntut perhatian terhadap kelestarian lingkungan. Dengan layanan yang fleksibel dan terintegrasi, kelompok perusahaan ini hadir sebagai mitra strategis bagi industri yang ingin mewujudkan komitmen mereka terhadap praktik bisnis hijau.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pertumbuhan kebutuhan akan layanan keberlanjutan menjadi pendorong utama pengembangan bisnis SUN Energy,” kata Chief of Sales SUN Energy Oky Gunawan, dalam acara Media Briefing SUN Energy di Jakarta pada hari Jumat (13/12).
Hingga saat ini, SUN Energy telah berhasil menginstal lebih dari 180 MWp kapasitas energi surya di berbagai lokasi di Indonesia. Angka tersebut menjadikannya salah satu pemimpin di sektor energy terbarukan.
“Fokus utama perusahaan adalah mendukung industri dengan konsumsi listrik tinggi, seperti manufaktur, makanan dan minuman, pengolahan besi, keramik, semen, serta beberapa sektor lainnya dan kawasan industri, dalam mengadopsi solusi energi hijau,” tambah Oky.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengungkapkan, pertumbuhan kebutuhan akan layanan keberlanjutan menjadi dasar utama pengembangan bisnis SUN Energy. Tahun ini dari total proyek Grup SUN, di area Jawa Barat dan Jabodetabek mencapai persentase lebih dari 55 persen angka kapasitas nasional, diikuti area Jawa Timur hampir 20 persen, dan Jawa Tengah sebesar 15 persen, sisanya tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Wilayah Timur lainnya.
“Tahun depan, SUN Energy menargetkan peningkatan kapasitas instalasi 2 kali lipat pertumbuhan dibanding tahun 2024, persentase angka pertumbuhannya lebih dari dua digit. Sejalan dengan peluncuran layanan baru seperti pengelolaan air berkelanjutan untuk sektor industri, kami berkomitmen menjadi mitra strategis dalam mendorong transformasi keberlanjutan industri di Indonesia,” ungkap Oky.
Sebagai bagian dari ‘Sustainability As A Service’, SUN Energy memperkenalkan NIRA, layanan pengelolaan air berkelanjutan yang dirancang untuk mendukung sektor komersial dan industri dalam mewujudkan praktik operasional yang lebih hijau. NIRA menawarkan solusi inovatif berupa teknologi daur ulang air, optimalisasi penggunaan air, serta pengurangan limbah air yang dihasilkan.
“Layanan ini telah membantu berbagai sektor, termasuk manufaktur, perhotelan, dan kawasan industri, untuk mengurangi konsumsi air bersih secara signifikan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional,” ujar Oky.
Ke depan, NIRA akan memperluas target pasarnya dengan menyasar industri padat konsumsi air seperti tekstil, makanan dan minuman, serta properti komersial besar seperti pusat perbelanjaan dan perkantoran. Dengan layanan yang terintegrasi, NIRA tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan tetapi juga membantu bisnis memenuhi standar keberlanjutan global, meningkatkan efisiensi biaya, dan memperkuat daya saing mereka di pasar.
Di sektor energi terbarukan, SUN Energy juga melihat peluang besar untuk memaksimalkan penetrasi PLTS di sektor komersial dan residensial melalui SUN Terra. Menurut, CEO SUN Terra, Karina Darmawan pihaknya melihat peluang besar untuk memaksimalkan penetrasi PLTS di sektor komersial dan residensial. Berkaca pada negara-negara ASEAN, seperti Thailand, ketertarikan sektor komersial untuk memanfaatkan PLTS terus bertumbuh karena penghematan energi yang signifikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!