Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiga Warisan Budaya Indonesia Jadi Nilai Tambah untuk Kekayaan Intelektual Lokal

📅 Senin, 09 Des 2024, 17:10 WIB | Oleh:
Tiga Warisan Budaya Indonesia Jadi Nilai Tambah untuk Kekayaan Intelektual Lokal Doc: (FOTO ANTARA/Teresia May) (Istimewa)
Ket. Ilustrasi pakaian kebaya.

JAKARTA - Wakil ketua Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengatakan ketiga warisan budaya yang kini telah diakui UNESCO sebagai Kekayaan Takbenda dari Indonesia yakni kebaya, kolintang dan Reog Ponorogo bisa menjadi nilai tambah bagi kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) lokal.“Potensi ekonomi kreatif dari kebaya, kolintang, dan Reog Ponorogo, bahkan kekayaan budaya Indonesia yang lainnya sangat luar biasa karena bagaimanapun juga IP yang ada di Indonesia begitu banyak, beragam, indah, membanggakan. Ekonomi Kreatif ini adalah hilir dari sektor kebudayaan di mana pemanfaatan semua IP lokal bisa dimaksimalkan,” kata Rahayu kepada Antara, Senin.Ia mengatakan ekonomi kreatif merupakan sektor industri yang padat cipta sehingga inovasi dan kreatifitas perlu dikembangkan untuk memaksimalkan nilai tambah dari semua IP lokal yang ada di Indonesia.Jika semua warisan budaya bisa dikembangkan secara maksimal, Rahayu mengatakan akan ada efek secara ekonomi yang bisa memengaruhi sektor-sektor lainnya dan bisa jadi duta Indonesia di luar negeri. Seperti halnya negara Korea Selatan dan Jepang yang bisa membuktikan bahwa sektor ekonomi kreatif bisa turut menggenjot kekuatan ekonomi negaranya.“Walaupun mungkin pekerjanya tidak sebesar UMKM secara menyeluruh maupun di sektor lainnya seperti industri besar lain, tetapi nilai tambah bisa mempengaruhi sektor-sektor lainnya. Identitas kita sebagai brand Indonesia adalah nilai tambah yang bisa dikembangkan melalui warisan-warisan budaya yang ada,” katanya.Dengan bermitra bersama Kementerian Ekonomi Kreatif dan Pariwisata di Komisi VII, ia mendorong strategi yang konkrit dan jelas untuk pemanfaatan tiga warisan budaya di setiap lini dan sub-sektor dampak ekonominya terasa, masif dan terlihat jelas.Adapun tantangan ?terbesar pelaku ekonomi kreatif dalam memasarkan produknya adalah terkait modal usaha dan akses kepada pasar, sehingga perlu dukungan pemerintah sebagai fasilitator untuk menjembatani para pengusaha mikro, kecil dan menengah agar bisa bersaing di pasar dalam dan luar negeri. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Jepang akan Ganti 5 Reaktor...
Ekonomi
Potensi komoditas kakao Jem...
Daerah
Anak harimau sumatra di TSI...

Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta

Sidang vonis Mantan Wamennaker Immanuel

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Sidang vonis Mantan Wamenna...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.