Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BMKG: Air terjun dadakan di Gunung Agung Bali akibat hujan lebat

📅 Senin, 09 Des 2024, 16:10 WIB | Oleh:
BMKG: Air terjun dadakan di Gunung Agung Bali akibat hujan lebat Doc: ANTARA/Wayan Widi Yasa/Dewa KS Wiguna
Ket. Tangkapan layar - Air terjun dadakan muncul di lereng Gunung Agung salah satunya pada ketinggian sekitar 2.100 meter di atas permukaan laut akibat hujan lebat melanda kawasan itu di Kabupaten Karangasem, Bali, Selasa (9/12).

Denpasar -- Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengungkapkan air terjun dadakan yang muncul di Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali, karena tingginya volume air akibat hujan lebat.

“Derasnya debit air di atas (gunung) sehingga dari jauh terlibat seperti air terjun,” kata Koordinator Analisa dan Prakiraan Stasiun Klimatologi Bali BBMKG Wilayah III Made Dwi Wiratmaja dihubungi di Denpasar, Bali, Senin.

Adapun Stasiun Klimatologi Bali berkedudukan di Kabupaten Jembrana, Bali.

Berdasarkan pengamatan cuaca, lanjut dia, memasuki awal Desember 2024, terjadi hujan dengan intensitas lebat-sangat lebat di beberapa titik pos pengamatan hujan di Rendang, Karangasem.

Di Pos Hujan Besakih misalnya, lanjut dia, tercatat curah hujan di atas 50 milimeter per hari dengan kategori hujan lebat pada 1-3 Desember 2024, dan pada 6 Desember 2024 tercatat curah hujan lebih dari 100 milimeter per hari atau kategori sangat lebat.

Selain itu, di Pos Pengamatan Hujan Pempatan di Rendang, Karangasem pada 6 Desember 2024 tercatat curah hujan lebih dari 150 milimeter per hari yang memiliki kategori ekstrem

Begitu juga di Pos Pengamatan Hujan di Singaraja tercatat hujan ekstrem mencapai lebih dari 150 milimeter per hari pada 1 dan 4 Desember 2024.

Ia memperkirakan air terjun dadakan itu muncul karena tanah sudah jenuh menampung air dengan akumulasi air hujan dalam sepekan terakhir.

“Sehingga air hujan yang turun menjadi aliran permukaan atau runoff menuju jalur sungai di sekitar Gunung Agung,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu pemandu pendakian Gunung Agung Wayan Widi Yasa menjelaskan sejak beberapa hari terakhir hujan lebat melanda kawasan Gunung Agung dan diperkirakan titik air terjun dadakan itu lebih banyak dibandingkan saat musim hujan tahun sebelumnya.

Pemandu asal Dusun Sogra di kaki gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut (MDPL) itu pun menerima sejumlah pemesanan yang terpaksa dibatalkan karena cuaca buruk.

Ia menjelaskan air terjun dadakan itu terlihat di sejumlah titik termasuk pada ketinggian sekitar 2.100 MDPL di jalur pendakian Pasar Agung dan aliran air itu mengalir di jalur-jalur lahar yang saat musim kemarau mengering.

Meski air terjun dadakan itu menyajikan pemandangan menarik namun hujan lebat berpotensi menimbulkan risiko karena membuat jalur pendakian menjadi lebih licin, tanah labil dan mengganggu jarak pandang.

“Ada empat grup termasuk turis dari Portugal yang harus membatalkan pendakian karena cuaca buruk dan jalur licin sehingga itu berisiko,” kata Widi yang juga Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa Sebudi, Karangasem itu.

Ia mengimbau calon pendaki atau pencinta alam untuk berkoordinasi atau menghubungi pemandu lokal yang berada di masing-masing pos pendakian di antaranya Pengubengan, Edelwis, Pasar Agung hingga pos Pucang, sebelum berencana melakukan pendakian untuk memastikan keamanan dan keselamatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jejaring Global Terus Ditingkatkan Pemkot Makassar

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Jejaring Global Terus Ditin...
Daerah
Kemarau Mulai Berdampak pad...
Olahraga
PSIM Yogyakarta Lepas Penye...
Nasional
Daya Beli Rakyat Terus Dipe...

Pelatih Mario Lemos Dipertahankan Manajemen Persijap Jepara

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pelatih Mario Lemos Diperta...
Olahraga
Kieran McKenna Mundur sebag...

NTB Diuntungkan Gelombang Rossby karena Membawa Hujan

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
NTB Diuntungkan Gelombang R...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pembukaan Piala Dunia Bakal Spektakuler dari Tiga Stadion, Meksiko Siap Gulung Afrika Selatan

Pembukaan Piala Dunia Bakal Spektakuler dari Tiga Stadion, Meksiko Siap Gulung Afrika Selatan

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.