Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG NTB Terbitkan Peringatan Banjir Rob Setinggi 1,9 Meter

24 Minggu, 26 Jul 2026, 15:50 WIB | Oleh:
BMKG NTB Terbitkan Peringatan Banjir Rob Setinggi 1,9 Meter BMKG NTB Terbitkan Peringatan Banjir Rob Setinggi 1,9 Meter Doc: ANTARA/Sugiharto Purnama
Ket. Arsip. Nelayan berjalan menuju perahu yang tertambat di pesisir Desa Labuhan Alas, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Selasa (7/7).

MATARAM -- Badan meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini potensi banjir rob yang berpotensi melanda wilayah pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Satria Topan Primadi mengatakan pasang air laut maksimum setinggi 1,9 meter dapat menyebabkan banjir rob.

"Kami imbau warga pesisir untuk mengantisipasi potensi pasang air laut maksimum tersebut," ujar Satria di Mataram, Minggu.

BMKG menyebutkan potensi air laut pasang di wilayah pesisir Kabupaten Lombok Barat terjadi pada pukul 09.00 sampai 12.00 WITA. Sedangkan air laut pasang di pesisir Kabupaten Bima berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WITA.

Daerah yang berpotensi terdampak banjir rob di Pulau Lombok meliputi Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok.

Sementara di Pulau Sumbawa, potensi dampak air laut pasang terjadi di Sumbawa, Labuhan Badas, Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu'u, dan Asakota.

Fenomena air laut pasang saat ini dipengaruhi oleh gaya gravitasi bulan purnama yang terjadi pada 29 Juli 2026. Fenomena astronomi tersebut dijuluki Bulan Rusa Jantan.

Julukan itu disematkan lantaran tanduk rasa jantan muncul setiap tahun pada pertengahan periode musim panas di belahan bumi utara saat bulan Juli.

Jarak Bumi dengan Bulan ketika terjadi Purnama Rusa Jantan sejauh 379.433 kilometer. Fase purnama berlangsung pada pukul 22.35 WITA.

Bulan berada di atas cakrawala sejak matahari terbenam hingga terbit fajar. Setelah fase purnama, waktu terbit bulan perlahan bergeser menjadi semakin malam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage

NASA: El Nino 2026 Mirip Peristiwa 1997

19 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
NASA: El Nino 2026 Mirip Pe...
Megapolitan
Jalan Muchtar Tabrani Bekas...
Megapolitan
Pemkot Bekasi Atasi Genanga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.