Pengembangan TOD Dinilai Mampu Tingkatkan Ekonomi, Properti hingga UMKM
📅 Minggu, 26 Jul 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta – Pengamat transportasi dari Universitas Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, menilai pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) tidak hanya meningkatkan konektivitas transportasi, tetapi juga berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
"Dalam skala meso hingga mikro, kawasan TOD dirancang sebagai unit kawasan fungsional yang bernilai ekonomi tinggi. TOD mengubah stasiun yang semula hanya menjadi tempat naik-turun penumpang menjadi pusat aktivitas ekonomi," ujar Djoko di Jakarta, Sabtu (25/7).
Menurut dia, kawasan TOD mampu memangkas jarak tempuh dan waktu perjalanan sehingga mempermudah interaksi antara pelaku usaha, tenaga kerja, dan pasar dalam satu kawasan yang terintegrasi.
Selain itu, pengembangan kawasan berbasis transit juga mendorong pertumbuhan sektor properti, ruang komersial, ritel, hingga penyewaan ruang usaha (commercial leasing) di sekitar stasiun. Aktivitas tersebut dinilai dapat memperkuat kondisi keuangan operator transportasi maupun pemerintah daerah.
Djoko menambahkan, tingginya aksesibilitas kawasan TOD turut meningkatkan nilai tanah dan properti melalui skema Land Value Capture (LVC). Kenaikan nilai tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah melalui penerimaan pajak atau retribusi untuk membiayai pembangunan infrastruktur publik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, masyarakat juga memperoleh manfaat berupa penurunan biaya transportasi karena berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi. Penghematan pengeluaran untuk bahan bakar dan perawatan kendaraan dapat dialihkan ke sektor konsumsi maupun aktivitas ekonomi yang lebih produktif.
Mempermudah Masyarakat
Pandangan tersebut sejalan dengan langkah pemerintah yang terus mendorong pengembangan kawasan berbasis transit. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) baru-baru ini meresmikan pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi yang menjadi bagian dari kawasan Transit Oriented Development (TOD) Summarecon.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut AHY, pengembangan kawasan berbasis TOD merupakan pendekatan pembangunan yang mengintegrasikan transportasi, tata ruang, pusat kegiatan ekonomi, serta ruang hidup masyarakat dalam satu ekosistem.
Ia mengatakan penguatan konektivitas akan mempermudah masyarakat menjangkau tempat kerja, pusat pendidikan, layanan kesehatan, hingga berbagai peluang usaha sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata.
AHY menegaskan konsep TOD bukan sekadar membangun sistem transportasi publik yang terintegrasi, tetapi juga menciptakan ruang baru bagi pertumbuhan ekonomi, termasuk membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Jika sebuah kawasan bisa mengintegrasikan tempat tinggal, lokasi bekerja, pendidikan, bisnis, pusat belanja, layanan kesehatan, dan seluruh fasilitas pendukung dalam satu kawasan, maka kualitas hidup masyarakat akan meningkat. Lingkungan menjadi lebih asri, keluarga lebih sehat, produktivitas meningkat, dan masyarakat memiliki lebih banyak waktu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia," ujar AHY.
Ia menjelaskan tren urbanisasi yang terus meningkat menuntut pemerintah menghadirkan kawasan perkotaan yang mampu mengintegrasikan berbagai aktivitas masyarakat dalam satu kawasan yang didukung transportasi massal yang saling terhubung.
Dengan konsep tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengurangi waktu perjalanan, meningkatkan produktivitas, sekaligus memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!