Labuan Cermin, Danau Dua Rasa dengan Air Sebening Kaca
📅 Sabtu, 07 Des 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Kemenparekraf
Bukan hanya pesona airnya yang sebening kaca yang menarik wisatawan untuk berkunjung di Danau Labuan Cermin, lebih dari itu itu danau ini memiliki keunikan berupa dua lapisan air yaitu tawar dan asin yang dihuni jenis ikan berbeda.
ANTARA FOTO/Virna Puspa Setyorini/Rei/nz/14.
Pernah melihat perairan sebening kaca? Jika belum, Anda bisa datang ke Danau Labuan Cermin (DLC), sebuah laguna tepatnya yang beralamat di Desa Labuan Kelambu, Kecamatan Biduk Biduk, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.
Jarak DLC dengan Tanjung Redeb, pusat kota Kabupaten Berau, memang lumayan jauh. Jaraknya 231,6 kilometer atau dengan waktu tempuh 5 jam 23 menit melewati Jalan Talisayan, sebuah rute yang melewati jalan pesisir barat Kalimantan yang menghadap Laut Sulawesi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setelah melewati kota Kecamatan Biduk Biduk lalu menyeberangi jembatan, perjalanannya berhenti di Labuan Kelambu. Dari sini pengunjung harus menggunakan perahu sewa untuk menuju lokasi. Perahu akan menyusuri teluk menuju danau yang letaknya di ujung dan dikelilingi oleh hutan lebat.
Perjalanan dengan perahu biasanya berupa perjalanan pergi-pulang. Dengan cara ini pengunjung bisa mengeluarkan tarif yang lebih murah apalagi jika berkunjung ke DLC secara berombongan dengan keluarga atau teman.
Namun perjalanan darat yang lama dikombinasikan dengan menaiki perahu, dijamin tidak akan mengecewakan. Sesampainya di lokasi umumnya wisatawan akan terpana akan berbagai unsur-unsur keindahan yang menyatu menciptakan pesona alam yang tiada tara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Air DLC sendiri sangat jernih baik pada bagian bawah dan atas. Meski terlihat dangkal, wisatawan diminta untuk tetap waspada jangan sampai jatuh bagi mereka yang tidak bisa berenang karena kedalaman danau ini sebenarnya mencapai 4 hingga 5 meter.
Selain itu karena begitu jernihnya, bagian dalam danau ini terlihat jelas dari atas perahu yang ditumpangi wisatawan di atasnya. Bahkan jika dilihat perahu ini seolah melayang karena airnya hampir tidak terlihat menutupi lambung bawah perahu.
Kejernihan DLC membuat cahaya matahari memantul ke permukaannya, yang menjadikannya dinamakan demikian. Cahaya yang terpantung dapat terjadi karena karena air bagian atas memiliki rasa tawar, sementara air bagian dasar danau terasa asin.
Fenomena dua rasa tersebut dijuluki sebagai danau meromictic (meromictic lake) yaitu danau yang lapisan airnya tidak saling bercampur. Istilah ini dicetuskan oleh Ingo Findenegg dari Austria pada tahun 1935.
Perbedaan berat jenis air tawar dan asin membuat perairan ini memiliki dua lapisan pemisah sekaligus dikenal dengan sebutan Danau Dua Rasa. Hebatnya lagi kondisi ini membuat air danau dapat memantulkan cahaya matahari seperti hanya cermin kaca.
Yang menjadikan DLC lebih menarik lagi, pemandangan di sekitarnya sangat menenangkan. Dikelilingi pepohonan rimbun alami membuat suasana sangat teduh. Pemandangan hijau ini menciptakan warna kontras dengan warna hijau toska air danau.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!