Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kasus Korupsi di Tiongkok Meningkat di Tengah Tindakan Keras dan Ekonomi yang Melambat

📅 Rabu, 04 Des 2024, 21:33 WIB | Oleh:
Kasus Korupsi di Tiongkok Meningkat di Tengah Tindakan Keras dan Ekonomi yang Melambat Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi. Para ahli mengatakan korupsi di desa-desa di Tiongkok sulit diberantas karena pengawasan yang lemah.

CHONGQING - Kasus korupsi terhadap pejabat desa dan kota di Tiongkok pada tahun 2024 dilaporkan melonjak, karena tindakan keras pemberantasan korupsi semakin dalam di ekonomi terbesar kedua di dunia. 

Dikutip dari The Straits Times, jumlah kasus terhadap direktur komite desa, yang menjalankan wilayah administratif terkecil di Tiongkok, tumbuh tahun demi tahun sebesar 31.000 atau 67,4 persen, menjadi 77.000 dalam sembilan bulan pertama tahun 2024, menurut angka resmi.

Kasus korupsi yang melibatkan pejabat kecamatan juga meningkat signifikan, yakni sebanyak 24.000 kasus atau 36,9 persen menjadi 89.000 kasus antara Januari hingga September 2023 dibandingkan periode yang sama tahun 2023. 

Selama sembilan bulan pertama tahun 2024, Tiongkok mencatat 642.000 kasus korupsi, lebih tinggi dari 626.000 kasus sepanjang tahun 2023. Peningkatan tersebut terlihat di semua lima tingkat wilayah administratif negara, yang juga meliputi kabupaten, prefektur, dan provinsi.

Namun, momok korupsi di desa-desa khususnya telah membuat khawatir kepala antikorupsi Tiongkok, Li Xi, seorang anggota Komite Tetap Politbiro tertinggi negara itu.

Dalam pidatonya pada tanggal 20 November, ia mendesak para pejabat untuk terlibat lebih dalam dengan anggota akar rumput dan mendorong masyarakat untuk mengawasi bagaimana dana publik dibelanjakan oleh pejabat daerah.

Presiden Tiongkok, Xi Jinping telah menjadikan pemberantasan korupsi sebagai kebijakan publik utamanya sejak ia menjabat pada tahun 2012.

Para analis mengatakan kepada The Straits Times bahwa lonjakan kasus korupsi terjadi di tengah pemeriksaan yang lebih ketat, yang telah menjadi cara bagi para pejabat untuk menunjukkan bahwa pekerjaan mereka sejalan dengan prioritas Xi. 

“Itu adalah cara termudah untuk menunjukkan kepada atasan bahwa Anda melaksanakan tugas Anda,” kata Alfred Wu dari Sekolah Kebijakan Publik Lee Kuan Yew.

"Namun fakta terjadi peningkatan yang begitu tinggi tahun ini juga menunjukkan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memberantas korupsi," imbuh Wu, yang mempelajari tata kelola publik di Tiongkok Raya. 

Pada tahun 2023, Tiongkok mendapat skor 42 dari 100, turun tiga poin dari tahun 2022, dan menduduki peringkat ke-76 dari 180 negara dan kawasan pada Barometer Korupsi Global yang disusun oleh lembaga nirlaba global Transparency International, yang bertujuan untuk mendorong transparansi pemerintah di seluruh dunia.

Namun skor terbaru Tiongkok sebesar 42 merupakan peningkatan tiga poin dari skornya pada tahun 2012. 

Klaim penipuan dan penggelapan merupakan bentuk korupsi yang paling umum di desa-desa di Tiongkok, menurut analisis Universitas Hunan terhadap 567 kasus korupsi antara tahun 2015 dan 2020 yang dipublikasikan oleh otoritas pusat.

Sebuah komite inspeksi di provinsi Shandong timur mengungkapkan pada bulan April tahun ini bahwa salah satu mantan sekretaris partai desa telah menggelapkan 109.000 yuan dalam subsidi pertanian dan membuat klaim asuransi palsu antara Maret 2021 dan Oktober 2023. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Menekraf: Musik Indonesia Kian Mendunia

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menekraf: Musik Indonesia K...

Kemenpar Ajak Berwisata Melalui Liburan Cara Baru

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenpar Ajak Berwisata Mel...
Nasional
BKKBN Percepat Penanganan K...
Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

25 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 1
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
# 1
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
# 6
# 6
Menanti Data Inflasi AS, 25 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.