Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Sebut Kanada Salah Satu “Pendukung Terbesar” Tiongkok dalam Menghindari Tarif Trump

📅 Senin, 17 Agu 2026, 18:58 WIB | Oleh:
AS Sebut Kanada Salah Satu “Pendukung Terbesar” Tiongkok dalam Menghindari Tarif Trump Doc: Istimewa
Ket. Gedung Putih juga menyoroti ketentuan perdagangan bebas dalam Perjanjian Perdagangan Bebas Kanada-AS-Meksiko (CUSMA). Menurut laporan tersebut, Tiongkok dapat memanfaatkan ketentuan tersebut dengan mengirimkan barang ke Kanada atau Meksiko sebelum barang tersebut masuk ke Amerika Serikat.

WASHINGTON DC - Sebuah laporan perdagangan baru dari Gedung Putih baru-baru ini menyebut Kanada sebagai salah satu “pendukung terbesar” Tiongkok dalam menghindari tarif Amerika Serikat melalui praktik pengiriman ulang atau transshipment.

Laporan berjudul “The Great Transshipment Scam” itu dirilis Kamis oleh Kantor Kebijakan Perdagangan dan Manufaktur Gedung Putih. Laporan tersebut menuduh Tiongkok mengalihkan ekspornya melalui negara ketiga yang memiliki tarif lebih menguntungkan untuk kemudian masuk ke pasar Amerika Serikat.

Dilansir oleh Global News, sekitar 40 negara, termasuk Kanada, disebut membentuk apa yang disebut laporan tersebut sebagai “jaringan transshipment bayangan Tiongkok”.

“Secara sederhana, pengiriman ulang ilegal adalah penyelundupan yang disamarkan sebagai perdagangan — penipuan yang diselimuti dokumen — dan sebenarnya bukanlah hal baru,” demikian bunyi laporan tersebut.

Menurut Gedung Putih, yang berubah adalah “luas, kedalaman, dan kecanggihan” jaringan tersebut.

“Negara-negara yang membentuk Jaringan Transshipment Bayangan China mencakup banyak mitra dagang terbesar Amerika. Para pendukung terbesar Tiongkok berkisar dari Meksiko dan Kanada di perbatasan darat AS hingga Uni Eropa, India, Jepang, dan Korea Selatan,” kata laporan itu.

Kanada, Meksiko, Uni Eropa, India, Jepang, Korea Selatan, Israel dan Taiwan dimasukkan ke dalam kelompok “Pemimpin Skala Diversifikasi”.

Kelompok tersebut didefinisikan sebagai negara atau blok perdagangan yang menangani volume besar barang terkait Tiongkok, sekaligus memiliki basis industri yang beragam dan menjadi platform utama ekspor ke Amerika Serikat.

“Di yurisdiksi ini, risiko pengiriman ulang ilegal tertanam dalam arus perdagangan sah yang luas,” demikian tuduhan dalam laporan tersebut.

Laporan itu juga memasukkan Kanada sebagai salah satu negara yang disebut berfungsi sebagai “simpul sisi logistik”. Aktivitasnya, menurut laporan, dapat mencakup pengiriman, konsolidasi, pergudangan, perubahan dokumen, pembuatan faktur ulang, pelabelan ulang hingga ekspor kembali dengan dokumen baru.

Gedung Putih juga menyoroti ketentuan perdagangan bebas dalam Perjanjian Perdagangan Bebas Kanada-AS-Meksiko (CUSMA). Menurut laporan tersebut, Tiongkok dapat memanfaatkan ketentuan tersebut dengan mengirimkan barang ke Kanada atau Meksiko sebelum barang tersebut masuk ke Amerika Serikat.

Tiongkok saat ini menghadapi tarif rata-rata Amerika Serikat lebih dari 26 persen, berdasarkan data Yale Budget Lab yang dikutip Global News. Angka tersebut disebut masih menjadi yang tertinggi dibandingkan negara atau blok perdagangan lainnya.

Kanada sebelumnya juga telah menyampaikan kekhawatiran mengenai upaya Tiongkok memanfaatkan negara ketiga untuk memperluas akses ke pasar Amerika Utara, termasuk melalui pengembangan industri otomotif Tiongkok di Meksiko. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
    Call Center Resmi Spinjam Spinjam shopee pinjam paling ...
    Call Center Resmi Spinjam Spinjam shopee pinjam paling ...
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
  • Sulit Kurangi Jurang Kaya dan Miskin tanpa Pertumbuhan Berkualitas
    Preview komentar:
    kyk nama artis dracin :)
    Indonesia perlu mencontoh negara lain yg sdh terbukti ...
Luar Negeri
Air Makin Langka, Inggris R...
Driver Ojol Ikut Punya Suara! Pemerintah Libatkan Pengendara dalam Aturan Tarif Baru

Driver Ojol Ikut Punya Suara! Pemerintah Libatkan Pengendara dalam Aturan Tarif Baru

18 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.