Belum Ada Tanda Mereda, Kematian Akibat Ebola di Kongo Lewati Angka 2.300 Orang
📅 Senin, 17 Agu 2026, 20:07 WIB | Oleh: Deri HenriawanKINSHASA - Wabah Ebola yang sedang berlangsung di Republik Demokratik (RD) Kongo menjadi wabah paling mematikan dalam sejarah negara itu dengan lebih dari 2.300 kematian dilaporkan, menurut angka resmi terbaru yang dirilis pada Minggu (16/8).
RD Kongo mencatat 4.945 kasus terkonfirmasi, termasuk 2.325 kematian, sejak wabah saat ini mulai merebak, menjadikan tingkat fatalitas kasus mencapai 47,0 persen, menurut sebuah laporan situasi yang dirilis pada Minggu oleh otoritas kesehatan negara tersebut.
Angka kematian terbaru itu melampaui angka kematian dalam wabah Ebola 2018-2020 di RD Kongo bagian timur, menjadikan epidemi saat ini sebagai wabah Ebola paling mematikan yang pernah tercatat di negara tersebut.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), wabah Ebola 2018-2020 yang melanda RD Kongo bagian timur mencatat 3.481 kasus, termasuk 2.299 kematian.
Wabah saat ini, yang merupakan wabah Ebola ke-17 di RD Kongo sejak virus tersebut pertama kali teridentifikasi di negara itu pada 1976 silam, secara resmi dinyatakan pada 15 Mei dan disebabkan oleh spesies virus Ebola Bundibugyo.
Wabah tersebut telah berdampak pada 55 zona kesehatan di enam provinsi, yakni Ituri, Kivu Utara, Haut-Uele, Tshopo, Kivu Selatan dan Bas-Uele.
WHO telah memperingatkan bahwa wabah Ebola saat ini di RD Kongo dapat menjadi yang terburuk dalam sejarah.
"Wabah ini telah menjadi epidemi Ebola terbesar kedua dalam sejarah, dan penyebarannya lebih cepat daripada wabah Ebola sebelumnya. Dengan lajunya saat ini, wabah tersebut berpotensi melampaui wabah Ebola di Afrika Barat selama periode 2014 hingga 2016," ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah pengarahan pers di Jenewa pada Rabu (12/8) pekan lalu.
Epidemi Afrika Barat selama periode 2014-2016, yang merupakan wabah Ebola terbesar yang pernah tercatat, menginfeksi lebih dari 28.600 orang. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!