Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menteri Pertahanan Tiongkok Diselidiki atas Tuduhan Korupsi

📅 Kamis, 28 Nov 2024, 01:15 WIB | Oleh:
Menteri Pertahanan Tiongkok Diselidiki atas Tuduhan Korupsi Doc: AFP/Roslan RAHMAN
Ket. Menhan Tiongkok, Dong Jun saat kunjungan ke Kementerian Pertahanan Singapura, beberapa waktu lalu. Dong Jun sedang diselidiki atas dugaan korupsi.

BEIJING – Menteri Pertahanan Tiongkok, Dong Jun, pada hari Rabu (27/11), dilaporkan telah diselidiki sebagai bagian dari penyelidikan antikorupsi berskala luas yang telah mencapai jajaran teratas Tentara Pembebasan Rakyat atau People’s Liberation Army (PLA). 

Dikutip dari The Straits Times, Dong merupakan Menteri Pertahanan Tiongkok ketiga yang masih menjabat atau sudah pensiun yang diselidiki atas dugaan korupsi, demikian laporan Financial Times, mengutip pejabat Amerika Serikat saat ini dan sebelumnya.

Ketika ditanya mengenai laporan tersebut dalam jumpa pers rutin pada hari Rabu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok,  Mao Ning, mengatakan laporan tersebut hanya "mengejar bayangan" dan tidak memberikan informasi lebih lanjut.

Militer Tiongkok telah menjalani pembersihan antikorupsi besar-besaran sejak 2023, dengan sembilan jenderal PLA dan sedikitnya empat eksekutif industri pertahanan kedirgantaraan telah dikeluarkan dari badan legislatif nasional hingga saat ini.

Dong, mantan Kepala Angkatan Laut PLA, diangkat menjadi Menteri Pertahanan pada bulan Desember 2023. Pendahulunya, Li Shangfu, dicopot setelah tujuh bulan menjabat.

Minggu lalu, Dong menghadiri pertemuan para pemimpin militer dari seluruh dunia di Laos, di mana ia menolak bertemu dengan Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin. Tiongkok menyalahkan AS, mendesaknya untuk "segera memperbaiki kesalahan" di Taiwan dan menghormati kepentingan inti Beijing.

Diplomasi Militer

Sebagai Menteri Pertahanan, Dong bertanggung jawab atas diplomasi militer Tiongkok dengan negara-negara lain. Ia mengawasi pencairan hubungan militer-ke-militer AS-Tiongkok baru-baru ini, dengan kedua negara mengadakan pembicaraan tingkat komandan untuk pertama kalinya pada bulan September.

Namun, ia tidak dipromosikan menjadi anggota Komisi Militer Pusat atau Central Military Commission (CMC) yang beranggotakan enam orang, badan militer tingkat tertinggi Tiongkok, selama sidang pleno Partai Komunis pada awal tahun 2024, di mana perombakan personel biasanya akan diumumkan.

Menteri Pertahanan Tiongkok secara tradisi menjadi anggota CMC, yang dipimpin oleh Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dan Dewan Negara, badan eksekutif setingkat Kabinet Tiongkok.

Dong juga tidak ditunjuk menjadi anggota Dewan Negara selama perombakan pemerintahan pada bulan Maret. “Sejujurnya, tidak ada lagi yang mengejutkan saya,” kata Dennis Wilder, seorang pengamat di Universitas Georgetown dan mantan analis intelijen AS.

Sejarah investigasi PLA menunjukkan begitu benang korupsi ditarik, banyak benang lain terungkap dan semuanya terurai.

"Ini tentu merupakan pukulan... karena orang akan membayangkan mereka akan sangat berhati-hati untuk menempatkan seseorang yang sangat bersih dalam peran ini," kata Dylan Loh dari Universitas Teknologi Nanyang Singapura.

Penyelidikan korupsi biasanya ditujukan kepada militer karena hubungan historis yang panjang antara dunia bisnis dan PLA.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Parah, Kualitas Udara Jakar...
Daerah
Uji Emisi Gratis Kendaraan ...
Ekonomi
Menko Perekonomian Kaji Pen...
Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

25 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 2
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
# 2
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.