Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kandungan BPA dalam Galon Guna Ulang Tak Sebabkan Obesitas

📅 Senin, 25 Nov 2024, 22:35 WIB | Oleh:
Kandungan BPA dalam Galon Guna Ulang Tak Sebabkan Obesitas Doc: Antara

Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Hermina Ciputat mengatakan bahwa kandungan Bisfenol A (BPA) dalam galon guna ulang (GGU) tidak menyebabkan seseorang menderita obesitas atau kelebihan berat badan.

“Saat ini belum ada studi empiris satu pun yang membuktikan bahwa mengonsumsi air galon polikarbonat bisa menyebabkan obesitas. Kegemukan itu disebabkan karena adanya kalori berlebih,” kata dr. Diatrie Anindyajati, Sp.A (K) dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.

1732548010_4fd2c38295b8b16f91a2.jpg

Diatrie menuturkan sebenarnya beberapa studi memang menunjukkan adanya hubungan antara kandungan BPA dengan obesitas. Namun, hubungan tersebut masih dianggap kompleks dan perlu diteliti lebih jauh.

Adapun penyebab seseorang terkena obesitas yang diketahui sejauh ini berkaitan dengan pola makan yang tidak sehat dan aktivitas fisik yang minim. Air putih pun terbukti tidak mengandung kalori.

Temuan tersebut, katanya, membuktikan bahwa mengonsumsi air dalam galon guna ulang tidak berbahaya sama sekali karena sudah mendapatkan sertifikasi dari lembaga terkait, termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Dari fakta-fakta di atas dapat disimpulkan bahwa belum ada bukti yang sangat kuat yang memperlihatkan hubungan antara berbagai penyakit dengan migrasi BPA pada kemasan galon air minum yang digunakan sehari-hari,” kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan andaikan BPA masuk ke dalam tubuh, kandungan tersebut akan melalui proses metabolisme, yakni sebuah proses di mana tubuh akan memecah dan mengeluarkannya secara otomatis melalui urine.

Dokter spesialis gizi klinis dari Rumah Sakit Tzu Chi Pantai Indah Kapuk (PIK) dr. Karin Wiradarma, M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K menambahkan bahwa 90 persen BPA yang masuk ke dalam tubuh akan dikeluarkan oleh tubuh melalui urine dan feses.

Sedangkan 10 persen sisanya masih sangat kecil dan jauh dari ambang batas aman untuk dapat mengganggu kesehatan.

“Badan kesehatan, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan ambang batas paparan BPA yang masih dalam batas aman. Penggunaan galon polikarbonat yang sesuai standar tidak menghasilkan paparan BPA yang melebihi batas ini, sehingga aman digunakan,” ujar dia.

Di sisi lain, kandungan BPA tidak berkontribusi menyebabkan gangguan pada pertumbuhan anak. Menurut Dokter Spesialis Anak sekaligus Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) Prof. Rini Sekartini, banyak ahli menyatakan faktor lingkungan dan nutrisi lebih berpengaruh.

Kalaupun ditemukan, paparan BPA dalam penggunaan galon cenderung rendah dan dianggap aman. Hingga saat ini, belum ada bukti bahwa air galon polikarbonat bisa menyebabkan penyakit autis pada anak.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Aru Wisaksono Sudoyo turut menambahkan belum ada bukti bahwa BPA yang terdapat dalam galon polikarbonat dapat memengaruhi kesehatan dan menyebabkan kanker.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
Megapolitan
Buka Workshop PAUD, Pramono...
Anak Fandi Ahmad Siap Mengobrak-abrik Pertahanan Skuad Garuda   

Anak Fandi Ahmad Siap Mengobrak-abrik Pertahanan Skuad Garuda  

06 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
📅 Kamis, 06-Agu-2026
# 6
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
📅 Kamis, 06-Agu-2026
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.