Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Konsumsi Makanan Mengandung Protein Kedelai Dapat Cegah Kanker Perut

📅 Rabu, 20 Nov 2024, 20:08 WIB | Oleh:
Konsumsi Makanan Mengandung Protein Kedelai Dapat Cegah Kanker Perut Doc: Haryo Brono/Koran Jakarta
Ket. Acara edukasi kanker perut berjudul Bulan Kesadaran Kanker Perut, Hidup Sehat Melawan Kanker di Masjid At-Taqwa Sriwijaya, Kebayoran Baru Jakarta pada hari Rabu (20/11). 

JAKARTA – Laporan Global Observatory on Cancer (GLOBOCAN) tahun 2022 menyebutkan, di Indonesia terdapat 3.852 kasus baru kanker lambung dengan sebanyak 3.852 jumlah kematian. Tingginya jumlah kasus dan kematian menandakan pentingnya pengendalian faktor risiko kanker lambung sebagai upaya pencegahan, khususnya melalui asupan makanan yang dikonsumsi.

Ketua Bidang Pelayanan Sosial Yayasan Kanker Indonesia (YKI), dr. Siti Annisa Nuhonni, Sp.KFR (K), mengatakan, kanker perut atau kanker lambung jarang dibicarakan masyarakat, padahal jumlah kasusnya cukup tinggi.  YKI mengapresiasi Bank Indonesia atas dukungannya, sehingga edukasi masyarakat tentang kanker perut dapat terlaksana.

“Kami mengajak masyarakat dapat menindaklanjuti pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat untuk membentengi diri dan keluarga dari potensi kanker lambung,” ujar dia dalam edukasi kanker perut berjudul Bulan Kesadaran Kanker Perut, Hidup Sehat Melawan Kanker di Masjid At-Taqwa Sriwijaya, Kebayoran Baru Jakarta pada hari Rabu (20/11).

alam rangka Bulan Kesadaran Kanker Perut atau Kanker Lambung yang diperingati setiap bulan November, YKI menyelenggarakan diskusi tentang kanker perut dan nutrisi sehat untuk pencegahannya. Acara yang dihadiri sekitar 300 peserta dari berbagai komunitas menekankan pentingnya mengonsumsi makanan sehat sebagai benteng pencegahan kanker lambung.

Ajang edukatif tentang kanker perut dan nutrisi sehat untuk pencegahan kanker ini didukung oleh program Dedikasi Untuk Negeri dari Bank Indonesia. Dukungan ini sebagai upaya meningkatkan kesehatan masyarakat yang akan mempengaruhi daya saing dan produktivitas tenaga kerja yang pada akhirnya dapat berkontribusi pada pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.

Dalam rangka bulan kesadaran kanker perut bertajuk Bulan Kesadaran Kanker Perut, Hidup Sehat Melawan Kankernarasumber dr. Anna Mira Lubis, SpPD, KHOM yang menyampaikan, secara definisi kanker perut adalah pertumbuhan dan pembelahan sel-sel yang tidak normal di lambung. Biasanya dimulai dengan perubahan prakanker pada lapisan dalam perut, namun jarang ada gejala apapun, sehingga sering kali tidak terdeteksi.

“Karena perut memiliki lima bagian, gejala atau pengobatan apa pun akan bergantung pada bagian perut tempat kanker muncul. Gejala, pengobatan, dan gambarannya berbeda dengan kanker perut lainnya seperti kanker usus besar, kanker hati, kanker pankreas, atau kanker usus kecil,” ujar dia.

Sebagian besar diagnosis tidak terjadi sampai kankernya berukuran besar atau telah menyebar ke bagian tubuh lain.  Pasalnya kata Mira kanker perut stadium awal jarang menimbulkan gejala, atau penderita kurang merasakan sakit.

“Namun, perlu memperhatikan jika sering sakit perut, terdapat darah pada tinja, merasa kenyang setelah makan kecil, nafsu makan berkurang, bengkak di perut, penurunan berat badan yang tidak diinginkan, muntah, sering letih dan kulit menguning,” jelas dr. Mira.

Risiko seseorang terkena kanker perut bergantung pada beberapa keadaan. Memiliki satu atau lebih faktor risiko tersebut tidak berarti akan terkena kanker perut. Menurut National Cancer Institute, penyebab dan risikonya antara lain riwayat keluarga, mengonsumsi makanan dengan sedikit buah-buahan dan sayuran.

“Banyak makanan makanan asin, makanan yang diasap, atau makanan yang tidak diawetkan dengan baik adalah salah satu risikonya. Lainnya adalah merokok, minum alkohol, paparan lingkungan dan pekerjaan, infeksi bakter H. Pylori, kondisi medis lainnya,” ungkapnya.

Pilihan perawatan kanker perut bergantung pada lokasi kanker di dalam perut dan stadiumnya. Dokter akan memeriksa kesehatan secara keseluruhan dan preferensi pasien saat membuat rencana perawatan. Perawatan kanker perut meliputi pembedahan, kemoterapi, terapi radiasi, terapi bertarget, imunoterapi dan perawatan paliatif.

Dalam diskusi berjudul Makanan Sehat Sebagai Benteng Pencegahan Kanker Lambung, Dr.dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M.Gizi, SpGK(K) mengatakan, untuk menghindari terjadinya kanker perut pentingnya untuk mengonsumsi makanan sehat. Beberapa makanan yang bisa dipilih adalah yang memiliki komponen nutrisi lengkap dan memberi manfaat optimal bagi kesehatan, antara lain karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.