Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo Atasi Perubahan Iklim, Upaya Jaga Karbon Biru Berkontribusi Pada Peningkatan Ekonomi

📅 Sabtu, 16 Nov 2024, 21:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Atasi Perubahan Iklim, Upaya Jaga Karbon Biru Berkontribusi Pada Peningkatan Ekonomi Doc: ANTARA/Sanya Dinda
Ket. Direktur Utama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Joko Tri Haryanto.

Jakarta- Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menyatakan bahwa upaya-upaya memitigasi perubahan iklim serta mempertahankan lingkungan melalui proyek pembiayaan ekosistem biru (blue financing project) diharapkan dapat memberi dampak dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Direktur Utama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Joko Tri Haryanto mengatakan ekosistem karbon biru, seperti mangrove, seagrass atau lamun, dan rawa-rawa, menyimpan jumlah karbon global yang begitu signifikan, dan simpanan karbon ini bisa lepas apabila terganggu aktivitas manusia.
"Selain keuntungan berupa mitigasi (perubahan) iklim, ekosistem ini memberikan berbagai (keuntungan), seperti proteksi dari dampak perubahan iklim, habitat untuk perikanan, biodiversitas, serta penghidupan bagi jutaan orang di komunitas-komunitas pantai," kata Joko dalam Paviliun Indonesia COP29: Innovative Financing to Scaling Up Blue Financing yang disiarkan di Jakarta, Sabtu.

Menurutnya, ada berbagai kesempatan untuk memperkuat aksi iklim berbasis laut di tingkat nasional dan global, dan konservasi serta perbaikan karbon biru. Oleh karena itu, penting untuk mencari solusi pendanaan yang inovatif dan berkelanjutan guna mendapatkan manfaat-manfaat dari ekosistem karbon biru, terutama untuk mitigasi perubahan iklim, adaptasi, perlindungan biodiversitas, juga penghidupan.

Dia menjelaskan Indonesia melakukan sejumlah upaya untuk menangani perubahan iklim, sesuai dengan Perjanjian Paris, salah satunya adalah dengan membuat dana lingkungan hidup pada 2019, sebagai mekanisme finansial yang inovatif, menggabungkan pengelolaan yang transparan dan akuntabel oleh publik dan swasta.

Dalam kesempatan itu, Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan, Hendra Yusran Siri menyebutkan bahwa pihaknya dan Bank Dunia bekerja sama untuk membuat Indonesia Coral Bond, sebuah instrumen finansial non-hutang bukan dari pemerintah.

Dia menjelaskan bahwa instrumen ini untuk membantu meningkatkan potensi ekosistem karbon biru, yang dinilai dapat berkontribusi lebih dibanding hutan tropis, terkait tindakan iklim.

Hendra menyebutkan bahwa Indonesia memiliki 3,4 juta hektare mangrove dan 1,8 juta hektare seagrass, yang sangat potensial. Oleh karena itu, perlu sebuah langkah untuk memanfaatkan potensi tersebut secara benar.

"Jadi, Coral Bond ini untuk tahun depan. Kami akan meluncurkannya tahun depan, untuk lima tahun," kata Hendra.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Nasional
El Nino Biking Pusing, Peme...
Advertisement
Tampil Ganas Usai Tumbang di Tunggal, Janice Tjen dan Bintang Kanada Babat Lawan di US Open

Tampil Ganas Usai Tumbang di Tunggal, Janice Tjen dan Bintang Kanada Babat Lawan di US Open

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.