Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Kalbar Wanti-wanti Warga agar Tak Sembarangan Bakar Lahan

📅 Jumat, 04 Sep 2026, 01:38 WIB | Oleh:
Gubernur Kalbar Wanti-wanti Warga agar Tak Sembarangan Bakar Lahan Doc: Pemprov Kalbar
Ket. Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Menurut dia, dampak kebakaran dapat dirasakan masyarakat dalam jumlah besar, terutama akibat paparan kabut asap.

Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak mendeteksi sebanyak 2.434 titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat (Kalbar) dalam 24 jam terakhir. Kondisi tersebut menjadi peringatan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam sepekan ke depan.

"Tolonglah, karena kasihan gara-gara membakar lahan, yang korban ribuan orang. Bahaya asap dan lain sebagainya, penerbangan juga nggak bisa karena ini dekat dengan bandara," kata Norsan di Sungai Raya, Kamis (3/9).

Ia mengatakan, penanganan karhutla di lahan gambut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dan relawan. Kondisi gambut yang luas serta medan yang sulit membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar.

"Hari ini kita lihat di Sekunder C ini terjadi kebakaran tanah gambut. Cukup luas lahan gambut di sini, sehingga pemadam juga kewalahan memadamkannya. Sudah dua hari memadamkan di sini," ujar dia.

Norsan menegaskan, pencegahan menjadi langkah penting untuk menekan meluasnya karhutla. Masyarakat diharapkan ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

BMKG juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan seiring kenaikan suhu udara dan berkurangnya potensi hujan yang dapat memperbesar risiko terjadinya karhutla. Sehingga, warga diminta meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, khususnya pembakaran lahan. Kondisi cuaca yang kering dapat mempercepat penyebaran api dan menyulitkan proses pemadaman.

BMKG juga meminta masyarakat terus memantau perkembangan cuaca dan informasi titik panas melalui aplikasi Info BMKG, laman resmi BMKG Kalbar, serta media sosial resmi BMKG. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Rona
Koloni Bakteri dari Asap Ro...
Luar Negeri
Konflik AS-Iran Berpotensi ...

Ekonomi Global Masuk Zona Risiko

59 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Ekonomi Global Masuk Zona R...
Luar Negeri
Dunia Berpacu Mengejar Regu...

Krisis Iklim Ancam Produktivitas Kerja

59 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Krisis Iklim Ancam Produkti...
Advertisement
Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

Ubed Pahlawan Medali Emas, Indonesia Gulung Tiongkok 3-2

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.