Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asap Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Kualitas Udara Palembang Tembus Level Berbahaya

5 Jumat, 04 Sep 2026, 02:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Asap Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Kualitas Udara Palembang Tembus Level Berbahaya Asap Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Kualitas Udara Palembang Tembus Level Berbahaya Doc: Antara
Ket. Tangkapan layar grafik kualitas udara di Kota Palembang yang masuk kategori sangat tidak sehat pada Kamis (3/9).

Palembang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, berada pada level sangat tidak sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di provinsi tersebut.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis di Palembang, Kamis, mengatakan kualitas udara di Kota Palembang pada Kamis (3/9) pukul 03.00 WIB berada pada kategori sangat tidak sehat.

"Kualitas udara di Kota Palembang pada Kamis (3/9) pukul 03.00 WIB pada level sangat tidak sehat," kata Wandayantolis.

Ia menjelaskan berdasarkan pemantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, kualitas udara hingga pagi hari masih berada dalam kategori sangat tidak sehat akibat kabut asap.

Menurut dia, kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi asap karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan dan terbawa masuk ke Kota Palembang.

BMKG mencatat konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Stasiun Musi 2 Palembang sempat mencapai angka tertinggi 235,6 mikrogram per meter kubik (µg/m³), yang masuk kategori sangat tidak sehat.

Particulate Matter (PM2.5) merupakan partikel udara berukuran lebih kecil atau sama dengan 2,5 mikrometer. Pengukuran konsentrasi PM2.5 dilakukan menggunakan metode penyinaran sinar beta atau Beta Attenuation Monitoring dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Meski sempat mencapai angka tinggi pada dini hari, konsentrasi PM2.5 di Palembang mulai menurun pada siang hari.

"Namun, hingga siang tadi sudah turun ke 68,6 ug/m³," ujar Wandayantolis.

Ia tetap mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, khususnya warga yang memiliki gangguan pernapasan, selama kualitas udara belum kembali membaik.

"Jika terpaksa harus ke luar rumah, baiknya melindungi diri dengan masker dan kacamata," katanya.

Pemantauan ISPU

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat di wilayah Sumatera dan Kalimantan rutin memantau Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sebagai langkah perlindungan diri dari paparan asap tebal akibat karhutla.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Kamis, mengatakan pemantauan ISPU menjadi penting karena sebaran polutan akibat asap tebal terdeteksi semakin meluas berdasarkan prediksi BMKG.

"Guna mengantisipasi dampak kesehatan, masyarakat dapat memantau perkembangan ISPU secara berkala melalui tautan resmi kementerian/lembaga, salah satunya milik Kementerian Lingkungan Hidup sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan," katanya.

BNPB juga menyediakan akses data terbuka mengenai penanganan bencana karhutla nasional tahun 2026 yang dapat dipantau oleh media maupun masyarakat melalui dasbor resmi BNPB di data.bnpb.go.id/data/karhutla2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Rona
Pemelihara Hewan Makin Dima...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hadir Juga di Pengadilan, Joko Widodo Menjelaskan Perjalanan Pendidikannya, Keamanan Superketat

Hadir Juga di Pengadilan, Joko Widodo Menjelaskan Perjalanan Pendidikannya, Keamanan Superketat

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.