Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Diminta Hati-hati, Pemkab Tanah Datar Larang Aktivitas 4,5 Km dari Puncak Marapi

📅 Sabtu, 09 Nov 2024, 22:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Diminta Hati-hati, Pemkab Tanah Datar Larang Aktivitas 4,5 Km dari Puncak Marapi Doc: ANTARA/Etri Saputra
Ket. Pemkab Tanah Datar sampaikan hasil Rapat Koordinasi Penanganan Erupsi Gunung Marapi di Indojolito Batusangkar Sabtu, (9/11).

Batusangkar - Pemerintahan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat melarang keras masyarakat yang bermukim di sekitaran Gunung Marapi untuk mendekati radius 4,5 kilometer dari puncak kawah.

Penjabat Sementara Bupati Tanah Datar Arry Yuswandi, di Batusangkar Sabtu, mengatakan radius 4,5 km tersebut merupakan jarak cukup aman berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) setelah status Gunung Marapi naik kembali ke level III.

"Kita harapkan apapun alasannya untuk tidak berada di zona tersebut. Kita tidak ingin hal yang terjadi di Gunung Lewotobi Laki-laki, terjadi pula di Tanah Datar dan daerah sekitar gunung Merapi," katanya.

Dia menginstruksikan jajaran pemerintah terkecil atau pemerintah nagari (desa) untuk proaktif menyampaikan informasi kepada masyarakat di daerah setempat.

Karena menurutnya kesiapsiagaan ini penting sebagai bentuk upaya dalam meminimalisasi dampak yang akan terjadi.

Meskipun berdasarkan data pemetaan lokasi bencana Gunung Marapi, jarak pemukiman terdekat dengan kawah gunung adalah tujuh kilometer, yaitu di wilayah Koto Baru, Kecamatan X Koto.

"Namun kita tidak ingin ada keterlambatan, nanti kalau sudah erupsi, lalu meletus, kita baru sibuk semuanya," kata dia.

Tidak lupa dia mengingatkan, kepada masyarakat yang bermukim di sekitar lembah ataupun aliran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Marapi agar selalu mewaspadai potensi ancaman yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

Sebelumnya, Widyaiswara Ahli Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Harmensyah menyampaikan arahan dari Kepala BNPB agar permasalahan erupsi Gunung Marapi betul-betul dengan baik dengan struktur komando.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Bantai Persikad Depok 4-0, PSMS Medan Tunjukkan Taringnya

42 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Olahraga
Bantai Persikad Depok 4-0, ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.