Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tanpa Sarana Penunjang, Target Kenaikan PDB Pertanian Sulit Terealisasi

📅 Rabu, 06 Nov 2024, 00:55 WIB | Oleh:
Tanpa Sarana Penunjang, Target Kenaikan PDB Pertanian Sulit Terealisasi Doc: ANTARA
Ket. Dwijono Hadi Darwanto Guru Besar Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta - Saat ini, sekitar 60 persen jaringan irigasi di Indonesia mengalami kerusakan. Tanpa perbaikan irigasi, tentu sulit bagi petani untuk meningkatkan produksi secara optima

JAKARTA– Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian naik dari 0,18 persen menjadi 4,81 persen pada 2029. Untuk mencapai target tersebut, maka Kementan menyiapkan lima program, yaitu program swasembada pangan nasional, pengembangan komoditas ekspor strategis, peningkatan produksi susu untuk pangan bergizi, program pekarangan pangan bergizi, dan program mandiri energi B50.

Dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (5/11), Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan guna mewujudkan swasembada pangan nasional, pihaknya telah menyiapkan sejumlah program yang terdiri dari pompanisasi sejuta hektare, optimalisasi lahan 360 ribu hektare, cetak sawah tiga juta hektare, transformasi pertanian tradisional ke modern, dan pelibatan petani milenial dan gen Z.

Transformasi pertanian tradisional ke modern diyakini dapat menekan biaya produksi hingga 50 persen dan meningkatkan produksi hingga 100 persen.

Untuk program mandiri energi B50, jelasnya, akan dicapai melalui peningkatan produksi minyak sawit mentah (CPO), peningkatan kapasitas industri biodiesel, dan mengurangi ekspor CPO.

Kualitas dan Daya Saing

Menanggapi target Kementan itu, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwijono Hadi Darwanto, mengatakan lima program Kementan untuk mendorong sektor pertanian masih memerlukan kesiapan infrastruktur yang mendukung untuk dapat terealisasi secara efektif. Tanpa dukungan sarana dan prasarana yang memadai, target ambisius tersebut sulit tercapai dalam jangka pendek.

“Program-program ini adalah langkah jangka panjang. Untuk jangka pendek, kita memerlukan kesiapan sarana dan prasarana yang mendukung. Misalnya, program swasembada pangan yang sudah dicanangkan selama lima tahun terakhir, tapi tidak pernah tercapai karena keterbatasan infrastruktur,” kata Dwijono.

Ia mencontohkan kondisi irigasi sebagai salah satu aspek krusial yang harus diperhatikan. “Saat ini, sekitar 60 persen jaringan irigasi di Indonesia mengalami kerusakan. Tanpa perbaikan irigasi, tentu sulit bagi petani untuk meningkatkan produksi secara optimal,” jelasnya.

Selain itu, program peningkatan komoditas ekspor strategis, kata Dwijono, memerlukan peningkatan kualitas dan daya saing produk yang tidak akan tercapai tanpa sarana penunjang yang mumpuni.

“Pengembangan komoditas ekspor membutuhkan kualitas produk yang konsisten dan daya saing yang tinggi. Selama ini, usaha untuk meningkatkan kualitas tersebut belum optimal,” katanya.

Dwijono juga mempertanyakan upaya Kementan dalam meningkatkan produksi susu domestik.

“Dari mana kita bisa meningkatkan produksi susu, sementara sebagian besar kebutuhan susu masih harus dipenuhi dari impor, begitu juga dengan sapi perahnya. Tanpa dukungan sarana dan prasarana yang cukup, target peningkatan produksi ini hanya akan menjadi angan-angan,” katanya.

Dwijono menggarisbawahi bahwa program-program besar Kementan ini sangat bergantung pada kesiapan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk perbaikan infrastruktur dasar, seperti irigasi, kualitas jalan menuju sentra pertanian, dan fasilitas penyimpanan hasil produksi. Tanpa fondasi itu, pencapaian target ambisius tersebut akan sulit terealisasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Olahraga
Kalah dari Persija, Pelatih...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.