Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Imigran Rohingya Mengaku Bayar Rp32 Juta untuk Naik Kapal dari Myanmar ke Indonesia

📅 Sabtu, 02 Nov 2024, 00:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Imigran Rohingya Mengaku Bayar Rp32 Juta untuk Naik Kapal dari Myanmar ke Indonesia Doc: ANTARA/Hayaturrahmah
Ket. M Johar (kanan), imigran etnis Rohingya di Aceh Timur, Jumat (1/11/2024).

Banda Aceh - Seorang imigran etnis Rohingya yang mendarat di Desa Meunasah Hasan, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, mengaku membayar Rp32 juta untuk menaiki kapal dari Myanmar ke Indonesia.

"Kami bayar 10 ribu ringgit atau setara Rp32 juta dari Myanmar ke Indonesia. Tujuan kami ke Malaysia. Jika ke Malaysia, kami harus membayar lagi 2.000 ringgit per orang," kata M Johar (25), imigran etnis Rohingya, dalam bahasa Inggris di Aceh Timur, Jumat.

Ia mengatakan Rp32 juta per orang tersebut untuk remaja dan orang dewasa. Sedangkan untuk anak-anak, membayar 5.000 ringgit atau setara Rp17 jutaan per orang.

"Uang tersebut dikumpul terlebih dahulu. Setelah terkumpul, baru diserahkan ke orang yang kami sebut agen sebelum berangkat melalui laut ke Indonesia," kata M Johar.

M Johar menyebutkan mereka di laut selama 21 hari hingga akhirnya tiba di perairan Indonesia. Mereka di kapal setibanya di perairan Indonesia sebanyak 97 orang, tetapi enam orang meninggal dunia sebelum mencapai daratan.

M Johar mengatakan orang di kapal tersebut memaksa mereka turun dan berenang di tengah laut. Jaraknya sekitar 13 mil dari bibir pantai, hingga mereka mendarat di pantai Desa Meunasah Hasan, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur.

"Saya bersama kakak bernama Asma. Namun, Asma meninggal dunia di laut karena tidak bisa berenang. Kakak saya juga terkena karang, sehingga kepalanya luka dan berdarah," kata M Johar.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur Munawir mengatakan kondisi puluhan imigran etnis Rohingya yang sudah mencapai daratan dalam keadaan baik.

"Mereka hanya mengalami dehidrasi dan luka-luka ringan. Luka tersebut kemungkinan terkena karang saat mereka berenang dari kapal ke pantai," kata Munawir.

Sebelumnya, sebanyak 91 imigran etnis Rohingya serta enam jenazah ditemukan mendarat di pesisir pantai Desa Meunasah Hasan, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, Kamis (31/10).sekira pukul 04.00 WIB. Kuat dugaan mereka diselundupkan oleh sindikat perdagangan orang untuk keluar dari daerah asalnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.