Reforestasi Jangan Ubah Fungsi Hutan
📅 Selasa, 29 Okt 2024, 22:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiPeneliti Alpha Research Database, Ferdy Hasiman, menjelaskan reforestasi dalam menyediakan bahan baku untuk co-firing dinilai merupakan langkah signifikan dalam menjaga lingkungan dan mendukung transisi energi menuju net zero emission.
"Dengan menanam kembali pohon-pohon di lahan kritis, kita tidak hanya memproduksi sumber energi terbarukan, tetapi juga mengembalikan fungsi ekosistem yang hilang," ujar Ferdy, Senin (28/10).
Hal itu, lanjutnya, menunjukkan bahwa reforestasi tidak hanya berkontribusi pada pasokan biomassa, tetapi juga memperbaiki kondisi lingkungan yang telah terdegradasi. Melalui reforestasi, lahan yang sebelumnya kritis dapat ditanami pohon indigofera, jenis tanaman yang mampu menyimpan air sehingga tanah menjadi subur.
Dengan menggunakan biomassa, penggunaan batu bara dapat dikurangi dan emisi karbon pun menurun sehingga pembangkit listrik menjadi lebih ramah lingkungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sekretaris perusahaan PLN Energi Primer Indonesia (EPI), Mamit Setiawan, memproyeksikan mampu memasok 300 ton biomassa per tahun dari hasil penanaman total 150 ribu pohon biomassa di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), hingga akhir tahun 2024.
"Kita saat ini sudah menanam 100 ribu pohon. Pada November 2024 bakal menanam 50 ribu pohon biomassa lagi. Diharapkan nanti bisa memproduksi biomassa sebanyak 300 ton per tahunnya," kata Mamit.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!