Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NASA: Matahari telah Mencapai Periode Puncaknya, Bisa Berlangsung Selama Satu Tahun

📅 Sabtu, 19 Okt 2024, 13:00 WIB | Oleh:

Memahami siklus Matahari penting karena siklus ini menciptakan cuaca antariksa. Selama solar maximum, peningkatan bintik matahari dan flare juga berarti lebih banyak lontaran massa koronal (CME). CME dapat menghantam Bumi, dan ketika terjadi, dapat memicu aurora dan menyebabkan badai geomagnetik. CME, yang merupakan gumpalan plasma panas, juga dapat mempengaruhi satelit, komunikasi, dan bahkan jaringan listrik.

Selama solar maxmum, Matahari menghasilkan rata-rata tiga CME setiap hari, sementara itu turun menjadi satu CME setiap lima hari selama solar minimum. Efek CME pada satelit menimbulkan kekhawatiran terbesar. Pada tahun 2003, satelit mengalami 70 jenis kegagalan yang berbeda. Kegagalan tersebut berkisar dari sinyal yang salah dalam perangkat elektronik satelit hingga kerusakan komponen listrik. Badai matahari yang terjadi pada tahun 2003 dianggap bertanggung jawab atas 46 dari 70 kegagalan tersebut.

CME juga berbahaya bagi astronot yang mengorbit Bumi. Peningkatan radiasi menimbulkan risiko kesehatan, dan selama badai, astronot mencari perlindungan di bagian ISS yang paling terlindungi, Modul Layanan Zvezda milik Russia.

Galileo dan astronom lainnya telah memperhatikan bintik matahari ratusan tahun yang lalu, tetapi tidak tahu persis apa itu. Dalam pamflet tahun 1612 berjudul "Surat-surat tentang Bintik Matahari," Galileo menulis, "Matahari, yang berputar pada porosnya, membawa bintik-bintik itu ke mana-mana tanpa harus memperlihatkan bintik-bintik yang sama, atau dalam urutan yang sama, atau memiliki bentuk yang sama." Hal ini bertentangan dengan pandangan orang lain tentang bintik-bintik itu, yang beberapa di antaranya menyatakan bahwa bintik-bintik itu adalah satelit alami Matahari.

Suar terkuat sejauh ini dalam Siklus 25 terjadi pada tanggal 3 Oktober, saat Matahari memancarkansuar kelas X9. Namun, para ilmuwan mengantisipasi lebih banyak suar dan aktivitas yang akan terjadi. Badai yang sangat kuat dapat terjadi bahkan dalam fase menurun siklus, meskipun badai tersebut tidak terlalu umum.

Siklus 11 tahun Matahari hanyalah salah satu siklusnya, yang tergabung dalam siklus yang lebih besar. Siklus Gleissberg berlangsung antara 80 hingga 90 tahun dan memodulasi siklus 11 tahun. Siklus de Vries atau siklus Suess berlangsung antara 200 dan 210 tahun, dan siklus Hallstatt berlangsung sekitar 2.300 tahun. Kedua siklus ini berkontribusi terhadap variasi matahari jangka panjang.

Akan tetapi, meskipun kita mengetahui banyak hal tentang Matahari, masih banyak kesenjangan dalam pengetahuan kita. Kutub magnet Matahari berubah selama siklus 11 tahun, dan para ilmuwan tidak yakin mengapa.

Masih banyak lagi yang harus dipelajari tentang Matahari, tetapi kita tidak akan kehabisan waktu untuk mempelajarinya dalam waktu dekat. Matahari berada di tengah-tengah rentang hidupnya yang 10 miliar tahun dan akan menjadi bintang deret utama selama lima miliar tahun lagi. Demikian dilaporkan Universe Today.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.