Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov DKI Dorong Sekolah Optimalisasi Lahan untuk Kegiatan Kelola Sampah

📅 Selasa, 21 Jul 2026, 10:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov DKI Dorong Sekolah Optimalisasi Lahan untuk Kegiatan Kelola Sampah Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Warga menimbang sampah organik sisa rumah tangga di Komplek Gudang Peluru, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026). 

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong sekolah-sekolah di Jakarta melakukan optimalisasi ruang hijau atau lahan untuk kegiatan pengelolaan sampah dan pertanian perkotaan (urban farming) untuk menumbuhkan ketahanan pangan.

"Mari optimalisasi lahan sekolah untuk urban farming, untuk kegiatan-kegiatan yang memang olah sampah, pilah sampah," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, dalam seminar daring "Membangun Budaya Sekolah Peduli Lingkungan melalui Pengelolaan Sampah dan Optimalisasi ruang hijau" di Jakarta, Selasa (21/7).

Nahdiana mengingatkan, ruang hijau di sekolah bukan sekadar pemanis atau estetika, melainkan sebuah laboratorium alam dan ruang kelas terbuka bagi peserta dididik.

Hal ini selaras dengan program unggulan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, salah satunya program edukasi untuk menanamkan kesadaran dan keterampilan lingkungan kepada generasi muda agar mampu beradaptasi dan membangun kota yang ramah lingkungan (urban sustainability education).

Tak hanya untuk pertanian perkotaan, ruang hijau di sekolah juga didorong menjadi lokasi kegiatan pengolahan sampah.

Melalui gerakan Jaga dan Olah Sampah Sekolah (JOSS), warga sekolah diajak agar bijak di sumber (menentukan kebutuhan pokok dan mengurangi potensi sawah sejak awal), kemudian memilah sampah sesuai jenisnya dengan memisahkan sampah organik, anorganik, B3, dan residu, agar mudah dikelola, serta memanfaatkan kembali sampah demi keberlanjutan ekosistem sekolah.

"Masalah sampah di Jakarta adalah tantangan nyata yang berada di depan mata. Jadi kita tidak bisa lagi menutup mata, bahwa ini urusan sampah sudah selesai ketika truk itu membawa sampah keluar dari gerbang sekolah," kata Nahdiana.

Dia mengatakan, kunci keberhasilan dari gerakan ini terletak dari internalisasi nilai ke dalam karakter peserta didik melalui pembiasaan terstruktur.

"Jadi paradigma lama tentang sampah dan pola pikir linear yakni kumpul, angkut, buang, menjadi paradigma sirkuler yakni pilih, pilah, pulihkan," kata dia.

Dia kemudian meminta agar pihak sekolah memastikan agar sarana dan prasarana pemilihan sampah tersedia secara memadai di setiap sudut di sekolah.

"Libatkan para guru dan tenaga kependidikan untuk menjadi teladan, dan ajak anak-anak didik kita untuk menjadikan sebagai gaya hidup baru," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

35 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.