Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perguruan Tinggi Berperan Penting untuk Tentukan Keberlanjutan Penurunan Stunting

📅 Rabu, 16 Okt 2024, 00:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perguruan Tinggi Berperan Penting untuk Tentukan Keberlanjutan Penurunan Stunting Doc: ANTARA/HO-BKKBN
Ket. Seminar hasil pendampingan perguruan tinggi dalam percepatan penurunan stunting tahun 2024 yang dilaksanakan secara hibrida pada Selasa (15/10/2024).

Jakarta - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebut pentingnya peran perguruan tinggi untuk turut menentukan keberlanjutan program penurunan stunting melalui kajian-kajian ilmiah.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto di Jakarta, Selasa, dalam seminar hasil pendampingan perguruan tinggi dalam percepatan penurunan stunting tahun 2024 yang dilaksanakan secara hibrida.

"Hasil kajian di empat lokus kerja sama BKKBN dengan perguruan tinggi terkait penurunan stunting tidak boleh hanya menjadi dokumen semata, karena sering terjadi setelah selesai, dokumen tidak ada 'follow up' (keberlanjutan), hanya menjadi praktik baik di lokus itu saja. Padahal, praktik baik bisa menjadi contoh daerah lain," katanya.

Empat lokus tersebut yakni Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten yang dilaksanakan oleh UniversitasSultan Ageng Tirtayasa; Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan Institut Pertanian Bogor; Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan timur oleh Universitas Mulawarman; dan Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah oleh Universitas Tadulako.

Bonivasius menekankan pentingnya implementasi dari hasil kajian agar dokumen-dokumen tidak hanya tertumpuk di perpustakaan belaka.

"Jangan sampai hasil kajian jadi dokumen tertumpuk di perpustakaan kampus dan meja pimpinan-pimpinan saja. Perlu ada keberlanjutan atau implementasi karena itu kunci keberhasilan kajian yang sudah dilakukan," ucapnya.

Menurut dia, peran perguruan tinggi dalam percepatan penurunan stunting dengan lima pilar sangat strategis, yang dilakukan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Sekretariat Percepatan Penurunan Stunting Sudibyo Alimoeso mengemukakan, perguruan tinggi dapat turut berkontribusi dalam percepatan penurunan stunting melalui kegiatan kuliah kerja nyata (KKN).

"Perguruan tinggi selalu bicara dengan data, dapat mengatakan apa adanya, sehingga pendampingan perguruan tinggi melalui kegiatan KKN dapat lebih mudah untuk mengedukasi ibu-ibu dan remaja agar patuh karena kepatuhan menyusui eksklusif serta pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dengan gizi seimbang masih rendah," tuturnya.

Ia menegaskan, perguruan tinggi juga berperan dalam menjaga keberlanjutan program penurunan stunting dengan memberikan bukti ilmiah kepada pelaksana program, memperkuat kapasitas pemerintah kabupaten/kota dan memberi pendampingan dalam pengembangan model intervensi yang efektif, sekaligus memberikan bahan-bahan pembelajaran praktik baik.

Dalam rangka mendorong implementasi dan kontribusi perguruan tinggi dalam percepatan penurunan stunting, BKKBN telah bekerja sama dengan 11 perguruan tinggi yang tergabung dalam Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
PLN Libatkan 26 UMKM pada P...
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.