Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penanganan 'Stunting' Harus di Rumah Sakit

📅 Selasa, 15 Okt 2024, 03:03 WIB | Oleh:
Penanganan 'Stunting' Harus di Rumah Sakit Doc: Tangkapan layar Muhamad Ma'rup
Ket. Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, dalam Launching Sinergi Program Desa Pangan Aman Dengan Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal, yang diakses online, Senin (14/10).

Menkes menegaskan penanganan stunting harus di rumah sakit, bukan di puskesmas. Pasalnya, stunting merupakan tahapan terakhir masalah gizi yang butuh penanganan serius.

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menyatakan penanganan stunting harus di rumah sakit. Menurutnya, stunting merupakan tahapan terakhir masalah gizi yang butuh penanganan serius.

"Kalau ke Puskesmas salah. Stunting harus dikirim ke rumah sakit, dikasih dokter spesialis anak, dilihat penyakitnya," ujar Budi, dalam Launching Sinergi Program Desa Pangan Aman Dengan Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal, yang diakses online, Senin (14/10).

Dia menerangkan, anak stunting biasanya akan diberi obat Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) dengan kandungan rasio protein dan energi yang tinggi. Meski demikian, kemungkinan untuk sembuh dari stunting sangat kecil.

"Stunting stadium akhir penyakit gizi. Sama seperti kanker. Kemungkinan selamatnya kecil. Paling bagus 30-40 persen stunting bisa sembuh," jelasnya.

Masalah Gizi

Menkes mengungkapkan, masalah gizi memiliki tahapan sebelum kemudian menjadi stunting. Menurutnya, penanganan tahapan awal masalah gizi sangat mudah melalui pengukuran dan penimbangan berat dan tinggi badan.

Dia menambahkan, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) efektif untuk mengatasi masalah gizi di tahap awal seperti berat badan tidak naik atau berkurang. PMT juga penting bagi ibu hamil yang memiliki masalah gizi.

"PMT itu sangat penting karena obat utama untuk ibu hamil atau ibu bermasalah gizi dan balita bermasalah gizi," terangnya.

Menurut Budi, isu tersebut perlu diprioritaskan, karena balita dan ibu hamil punya hidup yang lebih panjang. "PMT itu sangat penting, karena ini adalah obat utama bagi ibu hamil atau ibu bermasalah gizi, penyakit gizi, dan balita penyakit gizi di levelnya underweight, weight falter, sama wasting," kata Budi.

Dia menambahkan stunting adalah tahapan penyakit gizi yang paling parah, dan kondisi tersebut ada, karena masalah gizi yang dibiarkan berlama-lama tanpa diobati.

Dia mengingatkan agar tidak menunggu hingga stunting untuk penanganan, karena pada tahap itu sudah telat.

Dia menilai memeriksa kecukupan gizi cukup mudah. Untuk ibu hamil, dengan mengukur lingkar lengan atas, sedangkan pada bayi, panjangnya yang diukur, kemudian tinggi dan beratnya perlu dipastikan sesuai dengan kurva yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Budi mengingatkan bagi para kepala desa untuk memastikan kecukupan nutrisi bagi ibu-ibu dan balita yang kurang gizi. "Kalau cukup, mereka sehat, mereka pintar, nanti pada saat usia kerja mereka produktif, pendapatannya tinggi, sehingga Indonesia bisa didukung, produk domestik bruto atau GDP-nya naik gara-gara pendapatan mereka tinggi-tinggi semua," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.