Kanibalisme di HMS Erebus dan HMS Terror
📅 Senin, 14 Okt 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoPara peneliti telah mengetahui bahwa individu ini, yang sekarang diidentifikasi sebagai Fitzjames, kemungkinan besar telah dikanibal. Dalam analisis sebelumnya, bioarkeolog Anne Keenleyside (yang meninggal pada tahun 2022) menemukan bekas luka pada banyak jasad-jasad yang ditemukan, termasuk tulang rahang yang baru dianalisis.
Hal ini menunjukkan bahwa para penyintas memakan bagian tubuh Fitzjames dan tubuh pelaut lainnya, dalam upaya untuk mencegah kelaparan, kata penulis studi baru tersebut. Atas penemuan ini menjadikan Fitzjames sebagai korban kanibalisme pertama yang teridentifikasi di antara anggota ekspedisi tersebut.
"Ada kemungkinan bahwa dia adalah salah satu yang pertama meninggal di Pulau King William," tulis para penulis dalam studi tersebut, yang diterbitkan pada tanggal 24 September di Journal of Archaeological Science: Reports.
Catatan Fitzjames
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagian dari sejarah ekspedisi ini diketahui berkat Fitzjames, yang meninggalkan catatan yang tidak menyenangkan di tumpukan batu di Victory Point di Pulau King William. Pulau yang dalam bahasa Prancis disebut Île du Roi-Guillaume adalah sebuah pulau di Region Kitikmeot, Nunavut dan bagian dari Kepulauan Arktik Kanada dengan luas 12.516 kilometer persegi.
Catatan Fitzjames mendokumentasikan kematian beberapa anggota awak, termasuk Franklin, dan keputusan para penyintas untuk meninggalkan kapal dan berjalan kaki ke Back River di Nunavut, wilayah paling utara Kanada.
Namun mereka semua tewas sebelum mencapainya. Kemudian, dengan dipandu oleh suku Inuit, tim pencari menemukan sisa-sisa kerangka para pelaut di berbagai lokasi di Pulau King William. Serial TV AMC The Terror merupakan dramatisasi peristiwa horor dari ekspedisi ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sisa jasad kerangka ini merupakan anggota kedua dari ekspedisi Franklin yang berhasil diidentifikasi. Pada tahun 2021, Stenton dan timnya mengidentifikasi jasad John Gregory, kepala teknisi HMS Erebus, dari DNA yang diekstraksi dari tengkoraknya.
Temuan tentang kanibalisme ekspedisi tersebut mendukung cerita lisan suku Inuit, yang telah menuntun para pencari ke sisa-sisa kerangka anggota ekspedisi.
Dalam paparannya, suku Inuit mengaku telah melihat 40 orang pria menarik perahu kapal di atas kereta luncur dan, tahun berikutnya, menemukan banyak mayat di dekat muara Sungai Back, beberapa di antaranya menunjukkan tanda-tanda kanibalisme. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!