Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DBH Garut Anjlok Drastis! Bupati Syakur Amin Kejar Sumur Panas Bumi Baru ke Jakarta

📅 Kamis, 23 Apr 2026, 03:25 WIB | Oleh:
DBH Garut Anjlok Drastis! Bupati Syakur Amin Kejar Sumur Panas Bumi Baru ke Jakarta Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Garut
Ket. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin.

GARUT - Pemerintah Kabupaten Garut tengah berakselerasi mengejar optimalisasi potensi energi panas bumi guna mendongkrak pendapatan daerah yang mengalami penyusutan signifikan.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengungkapkan bahwa Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima Kabupaten Garut pada tahun 2026 mengalami penurunan tajam menjadi Rp56 miliar dari sebelumnya sebesar Rp116 miliar. Merespons kondisi tersebut, Bupati Syakur telah menemui jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memastikan percepatan operasional sejumlah titik panas bumi, terutama penambahan sumur bor baru di area Kamojang yang diproyeksikan memiliki kapasitas tambahan hingga 55 Mega Watt (MW).

"Saya lebih fokus pada apa yang bisa dilakukan pemerintah, sehingga dalam waktu dekat bahwa sumur (titik panas bumi) itu bisa segera berjalan, karena itu diharapkan akan meningkatkan TKD (transfer ke daerah) kita, meningkatkan DBH kita," kata Abdusy Syakur kepada wartawan di Pendopo Garut, Rabu.

Ia menuturkan, Kabupaten Garut memiliki potensi sebagai kawasan pembangkit listrik tenaga panas bumi seperti daerah Kamojang, Papandayan, dan Karaha.

Adanya potensi panas bumi itu, kata dia, tentu keberadaannya harus memberikan manfaat bagi daerah Garut, sehingga pihaknya terus mendorong ada pemanfaatan sumur baru panas bumi agar pendapatan dari DBH bisa lebih besar.

"Saya itu adalah bagaimana kita mengoptimalkan potensi yang ada di kita, khususnya panas bumi," katanya.

Ia menyampaikan, upaya mendorong pengembangan potensi panas bumi di Garut itu, maka pihaknya sudah menemui langsung jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta.

Hasil dari pertemuan itu, kata dia, dalam waktu jangka pendek ada rencana penambahan sumur bor baru panas bumi di area Kamojang dengan kapasitas 55 mega watt.

"Akan ada penambahan sumur baru di Kamojang yang diharapkan itu kapasitasnya 55 MW," katanya. 

Ia menyampaikan, selain area Kamojang rencana jangka panjangnya ada di kawasan Gunung Papandayan, namun pemanfaatan daerah itu masih tergolong lama bisa sampai 10 tahunan.

Area lainnya kawasan panas bumi di Karaha, kata dia, juga memiliki potensi dengan kapasitas 20 mega watt yang dapat memberikan keuntungan bagi Garut untuk bisa meningkatan DBH.

"Yang saya kejar adalah yang jangka pendek, ada (di Papandayan), cuman itu masih lama, saya enggak detail ke sana, yang saya tanyakan adalah bahwa Garut itu sekarang berkontribusi lebih dari 500 mega watt," katanya.

Ia mengungkapkan saat ini DBH untuk Garut tahun 2026 hanya mendapatkan Rp56 miliar atau terjadi penurunan diibandingkan tahun sebelumnya Rp116 miliar.

Ia berharap ke depan tidak ada pengurangan DBH, melainkan bisa bertambah karena DBH tersebut cukup membantu untuk pembangunan daerah, terutama manfaat bagi masyarakat sekitar area sumur panas bumi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.