Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bersua Pesut Mahakam yang Langka Desa Pela

📅 Sabtu, 05 Okt 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Di dari sekitar 80 ekor pesut Mahakam yang ada di Kalimantan, 20 ekor dapat dijumpai di Sungai Pela. Di desa ini pesut seakan akrab dengan masyarakat dengan suku Banjar dan Bugis yang menjadi mayoritas di sini. Sedangkan 12 desa yang ada di sekitarnya mayoritas dihuni suku Dayak Kutai.

Suku Banjar yang berasal dari Kalimantan Selatan datang ke Pela ketika terjadi Perang Banjar yang terjadi 1859 hingga 1905, antara pihak Kerajaan Banjar dengan Belanda. Karena kehidupan mereka terganggu akhirnya memutuskan untuk pindah ke Pela yang kondisi alamnya mirip dengan Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin saat ini yang berawa.

Perpindahan mereka ke tempat baru ini disebut sebagai bentuk "pelarian" dari peperangan. Sedangkan orang-orang Bugis juga datang ke tempat ini untuk mencari ikan dan menjadi nelayan. Suatu ketika karena kemarau panjang, mereka mengalami hawa yang sangat panas yang kemudian orang Bugis menyebutnya mapelai.

Ketika penduduk semakin bertambah dan belum ada nama untuk menyebut wilayah tempat hidup mereka, suku Banjar ingin menamai kampung ini dengan nama "pelarian". Sementara suku Bugis ingin menamainya dengan mapelai.

Akhirnya para tokoh dari kedua suku menyepakati nama Pela sebagai jalan tengahnya dari kedua usulan.

Wilayah Konservasi

Di Pela, pesut telah akrab dengan masyarakat sejak lama, dan masyarakat tidak pernah memburunya. Kini kawasan ini merupakan wilayah konservasi Pesut Mahakam bekerja sama dengan Yayasan Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI). Dari total 6.000 ekor yang ada di dunia, 80 ekor berada di sepanjang aliran Sungai Mahakam.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pela, Alimin, menerangkan Desa Pela memang menjadi rumah bagi mamalia Pesut Mahakam. Warga desa ikut menjaga keberadaan Pesut Mahakam yang bermukim di muara sungai. Bahkan, ikut merawat dan menolong Pesut yang ditemukan terluka atau bahkan mati di tepian sungai.

"Kami ikut menjaga keberlangsungan hidup pesut. Desa Pela ini juga rumah mereka," kata Alimin dikutip dari laman Diskominfo Kalimantan Timur.

Wajah dari desa berupa perkampungan nelayan seperti perkampungan halnya pesisir dan rawa. Bangunannya didominasi oleh rumah dan jembatan dari kayu. Jembatan tatakan kayu menjadi jalan utama yang menghubungkan setiap rumah. Sedangkan di sekelilingnya berupa anak sungai, rawa dan danau. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.