Bendungan Multifungsi Perkuat Transisi Energi
📅 Jumat, 04 Okt 2024, 08:34 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ANTARA/Fauzan
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan puluhan bendungan multifungsi mendukung pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Langkah tersebut dimaksudkan untuk memperkuat transisi dari energi fosil menuju energi baru dan terbarukan (EBT).
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengungkapkan secara keseluruhan, sebanyak 248 bendungan telah dibangun Kementerian PUPR guna mendukung ketahanan air dan energi di Indonesia.
"Dari jumlah tersebut, 187 bendungan selesai sebelum 2015, dan 61 bendungan dibangun selama periode 2015-2024, di mana 59 bendungan di antaranya memiliki potensi besar untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung dengan total kapasitas mencapai 4.787 Mega Watt," kata Basuki saat menghadiri peluncuran Indonesia Solar Energy Research Centre (ISEREC) yang dilaksanakan di Auditorium Kementerian PUPR, Rabu (2/10).
Salah satu PLTS terapung yang telah diresmikan adalah PLTS Terapung Cirata di Bendungan Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada 9 November 2023.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sumber energi listrik tenaga surya tersebut memiliki kapasitas 192 MWp yang mampu melayani hingga 50.000 rumah tangga dan mengurangi emisi karbon sebesar 214 ribu ton per tahun.
Terkait ISEREC, Basuki mengungkapkan pembentukan pusat riset tersebut hasil kolaborasi antara Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Badan Riset Nasional (BRIN), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Indonesia (ITI) dengan Solar Energy Research Institute of Singapore (SERIS) dalam mewujudkan pusat penelitian dan pengembangan energi surya kelas dunia di Indonesia.
Basuki mengapresiasi Solar Energy Research Institute of Singapore serta Solar Energy Research Institute of Singapore National University of Singapore (SERIS-NUS) dan Sustainable Energy Association of Singapore (SEAS) yang telah memberikan dukungan atas terbentuknya Indonesia Solar Energy Research Centre.
Sebaiknya Anda baca juga:
"ISEREC akan fokus pada tiga bidang, yaitu pendidikan, teknologi, dan advisory.
Dengan dukungan dari SERIS, diharapkan ISEREC dapat menjadi pusat produksi dan mendukung ekosistem semikonduktor di Indonesia," kata Basuki.
Menurut Basuki, pembentukan ISEREC menandai langkah penting dalam kolaborasi global untuk penelitian dan pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya.
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca nasional sebesar 29 persen hingga 31,89 persen dengan upaya sendiri, dan hingga 42,3 persen dengan bantuan internasional.
Langkah Penting
Sementara itu, President of PII, Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan gagasan pembentukan Indonesia Solar Energy Research Centre bermula dari inisiasi pada forum Engineering 20 (E20).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!