Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Mengadili Tiga Warga Iran atas Peretasan Kampanye Trump

📅 Sabtu, 28 Sep 2024, 09:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Mengadili Tiga Warga Iran atas Peretasan Kampanye Trump Doc: BBC/Getty Images
Ket. Kandidat presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump.

WASHINGTON - Amerika Serikat pada hari Jumat (27/9) mengungkap dakwaan terhadap tiga warga Iran setelah menuduh Iran melakukan campur tangan pemilu dengan mengatakan aktor jahat telah meretas kampanye mantan presiden Donald Trump.

Ketiga terdakwa tersebut dikatakan telah berkonspirasi dengan orang lain untuk melakukan "operasi peretasan yang berlangsung selama bertahun-tahun dan luas atas nama Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)," kata Jaksa Agung AS Merrick Garland.

Operasi terkini menargetkan individu-individu yang terkait dengan kampanye politik AS.

"Kata-kata terdakwa sendiri memperjelas bahwa mereka berusaha merusak kampanye mantan presiden Trump menjelang pemilihan presiden AS 2024," kata Garland.

Menurut dokumen pengadilan, para pelaku cyber telah menggunakan spear phishing (menargetkan email palsu) dan teknik rekayasa sosial untuk membahayakan akun pejabat dan individu pemerintah AS.

"Pesan pemerintah AS jelas: Rakyat Amerika, bukan kekuatan asing, yang memutuskan hasil pemilu negara kita," tambah Garland.

Ancaman Serius

Ia mencatat "hanya ada sedikit aktor di dunia ini yang menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan nasional Amerika Serikat seperti halnya Iran."

Menurut dakwaan, para pelaku kejahatan siber mulai bekerja pada awal tahun 2020, dan sekitar bulan Mei 2024 mulai menargetkan dan memperoleh akses tidak sah ke akun pribadi orang-orang yang terkait dengan kampanye kepresidenan AS.

Mereka kemudian berupaya membocorkan materi curian tersebut kepada awak media dan orang-orang yang diyakini terkait dengan kampanye presiden kedua.

Meskipun dakwaan tersebut tidak menyebutkan nama kampanye kedua, Garland mengatakan pada hari Jumat bahwa tidak ada informasi yang menunjukkan penerima dari kampanye Presiden Joe Biden menanggapi.

Ini terjadi sebelum Biden mengundurkan diri dari pencalonan presiden. Amerika Serikat akan menggelar pemungutan suara pada tanggal 5 November.

Ketiga peretas tersebut -- Masoud Jalili, Seyyed Ali Aghamiri dan Yasar Balaghi -- berdomisili di Iran.

Departemen Luar Negeri AS menawarkan hingga $10 juta untuk informasi tentang Jalili dan dua rekannya di IRGC.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Kondisi Gelombang Tinggi di...
Ekonomi
Saatnya Perkuat Pasar Domes...
Luar Negeri
Prabowo Bawa 3 Pesan Indone...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.